JawaPos.com - Nama Budi Arie Setiadi kembali masuk ke jajaran Menteri di kabinet Merah-Putih Presiden Prabowo Subianto dan wakilnya, Gibran Rakabuming. Budi Arie Setiadi kini ditunjuk sebagai Menteri Koperasi atau Menkop.
Budi Arie Setiadi dengan segala kontroversinya sebelumnya merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika atau Menkominfo. Saat ini diganti oleh Meutya Hafid, Kementerian Komunikasi dan Informatika sekarang berubah nama jadi Kementerian Komunikasi dan Digital.
Budi Arie Setiadi merupakan sosok yang dekat Joko Widodo atau Jokowi. Menjabat sebagai ketua relawan Pro Jokowi atau Projo, nggak heran kalau Budi Arie Setiadi ini selalu kebagian jatah dari Jokowi, termasuk di kepempimpinan Prabowo Subianto saat ini.
Budi Arie Setiadi sendiri sudah resmi dilantik menjadi Menkop pada Kabinet Merah-Putih, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (21/10). Menilik sedikit soal profil Budi Arie Setiadi, pria kelahiran Jakarta pada 20 April 1969 itu saat menjadi Menkominfo merupakan pengganti Johnny G. Plate yang terjerat kasus korupsi BTS.
Sebelum menjabat sebagai Menkominfo, Budi Arie Setiadi merupakan Wakil Menteri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi sejak 2019. Sampai saat Johnny G. Plate terjerat kasus korupsi, Budi Arie Setiadi duduk sebagai Menkominfo.
Budi Arie Setiadi merupakan anak dari pasangan Joko Asmoro dan Pudji Astuti. Budi Arie Setiadi kecil menempuh pendidikan dasar di SD Marsudirini, Jakarta Utara. Berlanjut, dia lulus dari sekolah menengah pertama di lembaga yang sama dan melanjutkan pendidikan di SMA Kolese Kanisius, Jakarta Pusat hingga lulus pada 1988.
Pendidikan tinggi Budi Arie Setiadi dimulai saat dirinya menempuh studi S1 Ilmu Komunikasi di Universitas Indonesia (UI) dan lulus pada 1996 silam. Selama berkuliah, Budi Arie pernah menjabat sebagai Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa FISIP UI pada 1993-1994 dan anggota Presidium Senat Mahasiswa UI pada 1994-1995.
Dirangkum dari berbagai sumber, Budi Arie Setiadi juga pernah tercatat aktif dalam dunia jurnalistik sejak berstatus mahasiswa dengan menjadi Redaktur Pelaksana (Redpel) Majalah Suara Mahasiswa UI pada 1993-1994.
Saat gelombang reformasi melanda Indonesia pada 1998, ia mendirikan surat kabar bernama "BERGERAK". Ia juga tercatat sebagai pendiri dan jurnalis warta mingguan ekonomi Kontan hingga 2001.
Budi Arie memiliki istri Zara Murzandina dan memiliki dua orang anak. Tak banyak informasi mengenai data dari anak Budi Arie Setiadi.
Berlanjut, pada 2006, Budi Arie juga tercatat pernah merampungkan studi S2 Manajemen Pembangunan Sosial di Universitas Indonesia. Dari situ, langkah politik Budi Arie Setiadi terus dimatangkan.
Hingga Budi Arie Setiadi mulai terjun ke dunia politik sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan pernah menjabat sebagai ketua Badan Penelitian dan Pengembangan DPD PDIP DKI Jakarta 2005-2010.
Sebagai politikus, Budi Arie pernah menjadi Kepala Balitbang PDI Perjuangan DKI Jakarta (2005-2010) dan juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta. Pada Pemilihan umum Legislatif 2009, Ia pernah mencalonkan diri sebagai Anggota DPR RI untuk Daerah Pemilihan DKI Jakarta III (Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu).
Budi Arie kemudian mendirikan Projo, kelompok relawan darat terbesar pendukung Joko Widodo, sejak Agustus 2013. Bersama Projo, Budi Arie Setiadi terus bergeliat dengan segala kontroversinya, berjuang mengumpulkan aspirasi pencapresan Jokowi sebelum dideklarasikan PDIP secara resmi pada 2014 silam.
Berkat Projo dan gerakan yang terus diorkestrasi oleh Budi Arie Setiadi, Jokowi akhirnya berhasil melenggang menjadi Presiden bersama wakilnya Jusuf Kalla pada pada 2014 lalu. Sejak saat itu, karir politik Budi Arie Setiadi terus menanjak karena diketahui dekat dengan Jokowi.
Menjabat sebagai Wamendes, Budi Arie Setiadi nggak begitu jadi omongan. Baru saat jadi Menkominfo, Budi Arie Setiadi mendapat banyak sorotan karena kontroversinya.
Dimulai dari dinilai gagal memberantas judi online, sampai kasus kebocoran data Pusat Data Nasional Sementara atau PDNS, Budi Arie Setiadi sempat diminta mundur namun tetap pede duduk sebagai Menteri. Bahkan Budi Arie Setiadi juga sempat disebut sebagai "tukang cebok" Gibran Rakabuming yang tersandung kasus Fufufafa.
Banyak masyarakat yang mengaitkan sikap bela mati-matian yang ditunjukkan Budi Arie itu karena kedekatannya dengan keluarga Jokowi dan upaya kembali mendapat jatah kursi Menteri. Dan benar saja, kendati dinilai gagal menjadi Menkominfo, Budi Arie Setiadi tetap kebagian kursi Menteri saat ini sebagai Menteri Koperasi.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Budi Arie memiliki kekayaan senilai Rp 101.000.000.000, terdiri dari tanah dan bangunan, tiga mobil, harta bergerak lainnya, surat berharga, kas dan setara kas, serta harta benda lainnya.
Ia memiliki tanah dan bangunan di beberapa kota antara lain Tangerang Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Tangerang. Ia juga memiliki tanah warisan di beberapa lokasi di Bekasi dan Padang.