Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Oktober 2024 | 15.41 WIB

Peringatan Hari Santri 22 Oktober, Berikut Tokoh dari Pesantren dan Ulama yang Berjasa bagi Kemerdekaan Indonesia

KH Hasyim Asy’ari, salah satu tokoh ulama dan santri pejuang kemerdekaan Indonesia. (Wikimedia Commons) - Image

KH Hasyim Asy’ari, salah satu tokoh ulama dan santri pejuang kemerdekaan Indonesia. (Wikimedia Commons)

JawaPos.com–Setiap 22 Oktober selalu diperingati sebagai Hari Santri Nasional. Hal itu untuk mengenang, mengingat, dan meneladani, para santri yang telah berjuang dalam kemerdekaan Indonesia.

Melansir laman NU Online, atas usul masyarakat pesantren Presiden Joko Widodo memutuskan penetapan Hari Santri pada 22 Oktober melalui Keppres RI No.22 Tahun 2015 tentang Hari Santri pada 15 Oktober 2015.

Pelaksanaan Hari Santri juga dirayakan sekaligus mengenang tokoh-tokoh santri dan para ulama yang berjasa untuk Indonesia. Banyak tokoh santri maupun pejuang Islam yang turut membantu memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Perlawanan terhadap kolonialisme tidak hanya dilakukan para tokoh nasionalis saja, tetapi juga para tokoh agama termasuk para pengurus pesantren. Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 yang digaungkan para ulama dan santri tidak hanya membela perjuangan membela Islam, tetapi juga membela kedaulatan bangsa Indonesia.

Lalu, siapa saja tokoh santri dan pejuang Islam yang turut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia?

  1. KH Hasyim Asy’ari

KH Hasyim Asy’ari adalah tokoh pejuang kemerdekaan dari Jombang dan pendiri organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Dia sempat memfatwakan beberapa hal untuk melawan Belanda, seperti perang melawan Belanda merupakan jihad dan haram naik haji menggunakan kapal Belanda.

Mengutip buku KH Hasyim Asy’ari: Pengabdian Seorang Kyai untuk Negeri oleh Museum Kebangkitan Nasional, tindakan tersebut membuat pemerintah Belanda marah. Pada 1942 KH Hasyim Asy’ari dipenjara selama tiga bulan.

Pada saat Jepang menduduki Indonesia, KH Hasyim Asy'ari juga melakukan perlawanan. Kebijakan Seikerei atau membungkuk 45 derajat pada saat matahari terbit ditolak mentah-mentah KH Hasyim Asy’ari beserta santri karena dianggap menyekutukan Allah.

Penolakan tersebut juga membuat dirinya kembali ditangkap hingga mendapatkan penyiksaan dari Jepang. Hal ini juga membuat kegiatan belajar di Pesantren Tebu Ireng vakum, karena dirinya juga ditahan secara berpindah-pindah.

Hingga ketika Belanda mulai datang lagi ke Indonesia membonceng Sekutu, KH Hasyim Asy’ari bersama para ulama lain melakukan Resolusi Jihad, menjadi gerakan perlawanan. Kini, Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 tersebut diperingati sebagai Hari Santri Nasional.

  1. KH Wahab Hasbullah

KH Wahab Hasbullah merupakan salah satu tokoh pesantren pejuang kemerdekaan Indonesia. Perjuangannya banyak dituangkan melalui media massa, seperti mendirikan Majalah Soeara Nahdlatul Oelama, Majalah Oetoesan Nahdlatoel Oelama, serta Surat Kabar Duta Masyarakat.

Melalui media massa, KH Wahab Hasbullah berusaha menumbuhkan semangat nasionalisme masyarakat untuk melawan pemerintah kolonial. Dia menyarankan kepada Soekarno untuk menjalankan Diplomasi Cancut Taliwondo.

Dalam Jurnal Peradaban Islam Indonesia, Cancut Taliwondo merupakan strategi politik dengan langkah-langkah yang harus dilaksanakan secara bersungguh-sungguh agar terwujud kehidupan politik negeri yang sehat.

  1. KH M. Bisri Syansuri

KH M. Bisri Syansuri merupakan salah satu tokoh Nahdlatul Ulama dan anggota Dewan Konstituante yang juga berperan dalam perpolitikan Indonesia setelah kemerdekaan. Sebelumnya, pernah menjadi anggota Badan Komite Nasional Indonesia Pusat (BP KNIP) mewakili Masyumi.

Pada 1919, Kiai Bisri bersama istrinya sempat melakukan inovasi terhadap pesantren dengan membuka kelas khusus untuk santri putri. Saat itu, hal tersebut masih dianggap tabu karena masyarakat masih bersifat patrimonial dengan mengesampingkan pendidikan untuk para perempuan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore