
Ilustrasi perayaan Hari Galungan dan Kuningan. (Unsplash.com/AdityaNara)
JawaPos.com - Indonesia memang dikenal sangat kental dengan kelestarian budaya para leluhur, dan hal itu erat kaitannya dengan aktivitas spiritual. Contohnya seperti yang dilakukan oleh masyarakat Hindu Bali.
Tepat pada 25 September hingga 5 Oktober 2024, masyarakat Hindu Bali sedang melaksanakan peringatan Hari Galungan dan Kuningan. Seperi yang dikutip dari laman BPR Tapa, perayaan tersebut biasanya jatuh pada hari Rabu Kliwon Wuku Dungulan.
Melansir dari laman SMPN 1 Nusa Penida, peringatan Hari Galungan dan Kuningan ini merupakan momen penting yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Hindu Bali karena memiliki makna tersirat didalamnya.
Hari Raya Galungan dirayakan pada setiap 210 hari atau sekitar 6 bulan sekali, sesuai dengan kalender Bali.
Perayaan ini memiliki makna untuk memperingati kemenangan kebaikan (Dharma) atas kejahatan (Adharma) dalam mitologi Hindu.
Galungan menggambarkan kedatangan Dewa Wisnu sebagai Batara Turun Kabeh yang turun ke bumi untuk menghancurkan kejahatan yang disebabkan oleh raja iblis, Mayadenawa.
Dewa Wisnu menaklukkan Mayadenawa dan mengembalikan kebenaran dan kedamaian ke alam semesta. Oleh karena itu, Galungan menjadi simbol kemenangan kebajikan dan pertarungan melawan kegelapan.
Sedangkan Hari Raya Kuningan adalah kelanjutan dari perayaan Galungan dan dirayakan sepuluh hari setelah Galungan.
Hari Raya Kuningan menandai waktu saat roh-roh leluhur kembali ke alam spiritual setelah berkunjung ke bumi selama masa Galungan.
Kuningan menjadi momen penting untuk memberikan penghormatan terakhir kepada para leluhur sebelum mereka kembali ke alam roh.
Selain itu, Kuningan juga dianggap sebagai hari keberkahan dan kesuburan. Umumnya, dalam upacara ini, keluarga juga melakukan pembersihan rumah dan berbagai tindakan simbolis untuk membersihkan dan menyucikan lingkungan rumah.
Hari Raya Galungan dan Kuningan juga memiliki makna lain dalam kehidupan masyarakat Hindu Bali, yakni menjadi ajang untuk memperkuat ikatan keluarga dan meningkatkan kebersamaan.
Dalam aspek sosial, Hari Raya Galungan dan Kuningan juga menjadi momen untuk mempererat persaudaraan antarwarga.
Seluruh warga akan saling berbagi persembahan dan menyambut kunjungan kerabat serta tetangga dengan tangan terbuka.
Pada intinya, perayaan Hari Galungan dan Kuningan ini mengingatkan kita untuk tidak memelihara kebencian antar sesama manusia dan sebagai ajang untuk membersihkan hati.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
