
Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Mabes TNI AD, Jakarta, Senin (22/7). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)
JawaPos.com–Enam jenderal bintang empat TNI AD pernah bertugas sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mulai Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo sampai Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Jokowi beberapa kali melantik dan memberhentikan pucuk pimpinan Angkatan Darat. Berikut rincian serta gambaran singkat perjalanan para KSAD selama sepuluh tahun belakangan.
Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo
Gatot dilantik menjadi KSAD saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih menjabat. Dia menduduki kursi orang nomor satu di Angkatan Darat mulai 25 Juli 2014. Jabatan terakhirnya sebelum naik pangkat dari jenderal bintang tiga menjadi jenderal bintang empat adalah panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Gatot menggantikan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko yang mendapat amanah menjadi panglima TNI.
Saat menduduki posisi KSAD, Gatot yang berlatar belakang prajurit infanteri Kostrad mendapat baret Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Berbeda dengan beberapa pimpinan TNI yang mendapat brevet kehormatan Kopassus, Gatot memilih untuk ikut dalam pelatihan bersama anak buahnya. Dia menjalani setiap tahap latihan sampai tuntas. Selain karena rasa bangga dan hormatnya kepada Kopassus, Gatot turun langsung agar benar-benar mengetahui kebutuhan para prajuritnya.
Jenderal TNI (Purn) Mulyono
Saat Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo dilantik menjadi panglima TNI, Presiden Jokowi memilih Jenderal TNI (Purn) Mulyono untuk mengisi posisi KSAD. Penunjukan Mulyono menjadi KSAD secara resmi disampaikan melalui Keputusan Presiden Nomor 54/TNI Tahun 2015. Mulyono merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1983. Sebelum mendapat kepercayaan menjadi KSAD, Mulyono menempati beberapa posisi strategis di TNI AD.
Di antaranya panglima Kodam Jaya/Jayakarta pada 2014 dan panglima Kostrad pada 2015. Mulyono adalah KSAD paling awet di masa kepemimpinan Presiden Jokowi. Dia menduduki posisi tersebut selama 3 tahun 130 hari. Salah satu cerita paling mengesankan dari seorang Mulyono terjadi ketika dirinya secara terbuka menyampaikan bahwa KSAD bukan siapa-siapa. Bagi Mulyono, yang hebat adalah para prajuritnya.
Pada satu momen, jenderal bintang empat itu bahkan tidak segan-segan melepas dan melempar tanda pangkatnya di hadapan para prajurit Angkatan Darat. Saat itu, dia menegaskan bahwa seluruh prajurit TNI AD setara. Dia tidak ingin bawahan takut kepada atasan hanya karena perbedaan pangkat. Baginya, TNI AD adalah satu. Sehingga seluruh personel TNI AD harus dekat. Tidak boleh tersekat karena pangkat.
Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa
Andika Perkasa menjadi KSAD ketiga di masa pemerintahan Presiden Jokowi. Dia bertugas sebagai orang nomor satu di TNI AD selama dua tahun 360 hari. Mulai 22 November 2018 sampai 17 November 2021. Andika adalah KSAD kedua di bawah Jokowi yang kemudian mendapat promosi jabatan menjadi panglima TNI. Selama bertugas sebagai KSAD, dia melakukan beberapa terobosan yang mengubah wajah Angkatan Darat.
Oleh Andika, tes keperawanan untuk masuk TNI AD dihapus. Publik dan media massa menyorot Andika saat membantu Aprilio Perkasa Manganang. Sebelum dibantu oleh Andika, Manganang masuk TNI AD sebagai prajurit Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad). Di luar dinas militer, Manganang aktif sebagai atlet voli profesional. Dia menjadi salah satu pemain voli putri paling berprestasi di zamannya.
Semua berubah pada 2021. Lewat operasi di RSPAD Gatot Soebroto, Manganang akhirnya mendapat jawaban atas keresahan yang sudah lama mengganjal di hatinya. Dia mengetahui bahwa dirinya lahir sebagai laki-laki. Usai operasi tersebut, Manganang memulai hidup baru. Dia tidak lagi menjadi personel Kowad. Namanya yang semula Aprilia Santini Manganang diubah menjadi Aprilio Perkasa Manganang.
Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman
Nama Dudung Abdurachman masuk dalam bursa pengisi posisi KSAD, setelah dia menjadi panglima Kodam Jaya/Jayakarta pada 2020. Dudung adalah Pangdam Jaya yang langsung mengambil sikap ketika melihat baliho-baliho yang dipasang oleh Front Pembela Islam (saat ini sudah dibubarkan). Dudung memerintahkan anak buahnya mencopot dan menurunkan baliho tersebut.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
