e-Materai Peruri. ( Dok. JawaPos.com)
JawaPos.com - BUMN Perum Peruri mengumumkan bahwa situs e-materai yang sempat mengalami gangguan alias error sudah dapat diakses kembali sejak Rabu (4/9) malam. Adapun situs e-materai yang dimaksud adalah
https://meterai-elektronik.com yang merupakan laman khusus yang dibuat Peruri untuk para pelamar Calon Aparatur Sipil Negara (CASN).
Melalui unggahannya di akun Instagram resmi Peruri, pihaknya meminta seluruh pelamar yang masih mengalami kendala perihal e-materai bisa melakukan aduan melalui tautan
https://helpdesk-sscasn.bkn.go.id.
e-Materai masih bermasalah
Namun rupanya, persoalan e-materai bagi para pelamar CPNS 2024 belum selesai. Sebab, hingga satu hari jelang penutupan pendaftaran CPNS, keluhan masih banyak dilayangkan.
Salah satunya, terkait banyak pelamar CPNS yang mengeluh belum memperoleh e-materai, tetapi saldo dompet digital dan mobile banking miliknya sudah terpotong. Bahkan, di dalam akun yang sudah dibuat pada situs
meterai-elektronik.com, keterangan masih saja tertulis 'masih menunggu pembayaran'.
"Ada enggak yang udah payment tapi status pembayarannya masih menunggu pembayaran, posisi saldo sudah terpotong?," kata akun Instagram @pradiftardmi yang dikutip dari Instagram resmi @jawapos, Kamis (5/9).
Kemudian, komentar tersebut diakui juga oleh pelamar lainnya. Berdasarkan catatan JawaPos.com, keluhan ini sudah banyak disampaikan para pelamar CPNS 2024 di berbagai kanal media sosial sejak Selasa (3/9) malam.
Seperti di platform X, para pelamar CPNS juga mengeluhkan soal saldo yang sudah terpotong, namun status pembayaran yang tidak berubah.
"Udah beli e materai, udah dibayar, statusnya tetep menunggu pembayaran dong," cuit akun X @fyga_
"Tapi pembayarannya gagal kak, saldonya kepotong tapi di web statusnya menunggu pembayaran," ujar akun X lainnya.
Melalui situs itu, pelamar bisa mengisi form yang tersedia meliputi nama lengkap, nomor induk kependudukan (NIK), tempat tanggal lahir, menyebutkan situs saat membeli e-materai hingga melampirkan bukti pembayaran.
Namun, pelamar mengaku janji Peruri tak kunjung terlaksana. Sebab, pesanan e-materai sejak Selasa (3/9) belum juga masuk ke dalam akun miliknya.
Selain itu, melalui kanal media sosial resmi milik BKN dan Peruri, keduanya juga memastikan bahwa kuota e-materai yang sudah dibeli tidak akan hilang. Pihaknya menjamin kuota akan kembali secara berangsur.
"Mengingat kondisi traffic website e-Meterai yang sedang tinggi, kuota e-Materai akan kembali secara berangsur," tulis kedua akun itu.