
Ribuan pasukan disiapkan oleh TNI - Polri untuk mengamankan kegiatan Paus Fransiskus di Indonesia. (Syahrul Yunizar/Jawa Pos)
JawaPos.com - TNI dan Polri menyiapkan tiga lapis pengamanan untuk mengawal rangkaian kegiatan Paus Fransiskus selama berada di Indonesia. Keterangan itu disampaikan secara langsung oleh Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksdya TNI Agus Hariadi di Mabes TNI pada Senin (2/9).
Dia juga memastikan bahwa TNI mengerahkan pasukan khusus dan penembak runduk (sniper).
Menurut Agus, skema pengamanan Paus Fransiskus dilakukan sesuai dengan Standar Operasi dan Prosedur (SOP) yang biasa diterapkan oleh TNI dalam pengamanan tamu negara dan VVIP. ”Kami sudah punya Standar Operasi dan Prosedur sendiri,” terang usai memimpin Apel Gelar Pasukan Gabungan TNI-Polri. Secara umum, SOP pengamanan tersebut dibagi menjadi tiga lapis. Yakni pengamanan Ring 1, Ring 2, dan Ring 3.
Adalah Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang melekat bersama Paus Fransiskus di area pengamanan Ring 1. ”Jadi, Paspampres nanti yang melekat di Ring 1, dimana keberadaan Paus Fransiskus berada (di situ ada Paspampres),” kata Laksdya Agus. Pasukan lainnya ditempatkan untuk mengamankan area Ring 2 dan Ring 3. Dia menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin mengambil risiko. Maka setiap aspek dan potensi ancaman diantisipasi.
Itu penting agar kunjungan Paus Fransiskus tidak terganggu dan terkendala. ”Sesuai dengan protap (protokol tetap) VVIP, kami tidak berani mengambil risiko. Jadi, semua ring sudah ada tugas dan tanggung jawabnya masing-masing,” ucap Agus. Perwira tinggi bintang tiga TNI AL itu menyatakan bahwa keberhasilan rangkaian acara Paus Fransiskus di Indonesia merupakan kehormatan bagi Indonesia. Mengingat kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia akan tercatat dalam sejarah.
Karena itu, TNI bersama Polri akan berusaha sebaik mungkin mengamankan agenda kunjungan Paus Fransiskus. ”Kami sudah simulasikan, kami sudah kendalikan. In case di ring-ring berapa seandainya, kemungkinan itu akan terjadi, kita sudah punya bagaimana cara mengantisipasi,” terang Agus. Dia tidak merinci antisipasi yang disiapkan oleh TNI-Polri. Namun, dia menegaskan bahwa pasukan khusus digerakkan untuk mengamankan kegiatan Paus Fransiskus.
Selain pasukan khusus, Agus menyebutkan bahwa sniper juga dikerahkan di beberapa lokasi. ”Ya, itu sudah ada. Sudah ada protapnya sendiri,” ujarnya. Dalam kunjungan ke Indonesia, Paus Fransiskus akan mendatangi beberapa lokasi.
Berdasar jadwal, Paus Fransiskus bakal berada di Indonesia selama empat hari. Mulai Selasa (3/9) sampai Jumat (6/9). Pada Kamis (5/9) Paus Fransiskus akan memimpin Misa Suci atau Misa Akbar di Gelora Bung Karno (GBK).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
