Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 Juni 2026 | 01.45 WIB

Polri Ajukan Tambahan Rp 66,1 Triliun, Pagu Indikatif 2027 sebesar Rp 118 Triliun Dinilai Belum Ideal

Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo (kiri) bersama Direktur Utama PT Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin. (Istimewa) - Image

Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo (kiri) bersama Direktur Utama PT Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin. (Istimewa)

JawaPos.com - Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo hadir secara langsung dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi III DPR pada Rabu (17/6). Dalam kesempatan itu, jenderal bintang tiga tersebut menjelaskan bahwa Polri telah mengajukan tambahan anggaran Rp 66,1 triliun. Sebab, pagu indikatif 2027 Polri Rp 118 triliun masih jauh dari angka ideal Rp 184 triliun.

Dalam rapat tersebut, Dedi menyampaikan bahwa pagu indikatif Polri pada 2027 sudah ditetapkan. Yakni Rp 118 triliun. Angka tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal Korps Bhayangkara tahun depan. Apalagi setelah terjadi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan dinamika nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) belakangan ini.

”Jika dibandingkan usulan kebutuhan ideal Polri tahun anggaran 2027 sebesar Rp 178 triliun, baru terpenuhi 66,4 persen. Setelah dilakukan rasionalisasi dengan perhitungan kenaikan harga BBM dan kurs rupiah terhadap dolar AS saat ini, maka kebutuhan ideal anggaran Polri untuk tahun anggaran 2027 naik sebesar Rp 184 triliun rupiah,” terang Dedi.

Karena itu, jika dibandingkan dengan pagu indikatif Polri tahun depan, masih ada kekurangan anggaran lebih kurang Rp 66,1 triliun. Guna memenuhi kebutuhan tersebut, Polri mengajukan kekurangan anggaran itu kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan menteri PPN/kepala Bappenas. Dedi pun merinci kebutuhan tambahan anggaran tersebut.

Pertama kebutuhan belanja pegawai Rp 4,5 triliun, belanja barang sebesar Rp 20,9 triliun, serta belanja modal sebesar Rp 40,6 triliun. Berdasar usulan tambahan tahun anggaran 2027, Polri berniat mengusulkan kembali kekurangan tersebut untuk dialokasikan pada pagu anggaran tahun depan.

Dedi menekankan bahwa dukungan anggaran merupakan salah satu faktor penting dalam memenuhi alokasi kebutuhan organisasi dan sumber daya. Sehingga Polri dapat mengoptimalkan pelaksanaan perencanaan dan tujuan yang telah disusun oleh organisasi kepolisian.

”Namun demikian, pagu indikatif Polri untuk tahun anggaran 2027 masih di bawah kebutuhan ideal anggaran yang diusulkan Polri, sehingga diharapkan kebutuhan anggaran Polri dapat dicukupi untuk melaksanakan program, kegiatan, dan sasaran prioritas tahun anggaran 2027 yang telah ditetapkan,” imbuhnya.

Secara umum, lanjut Dedi, alokasi anggaran untuk Polri memang meningkat setiap tahunnya. Namun demikian, postur pagu indikatif Polri tahun anggaran 2027 masih lebih rendah dari usulan kebutuhan ideal anggaran Polri sebagaimana telah dia sampaikan. Untuk itu, Polri mengusulkan dan mengajukan tambahan anggaran kepada pemerintah.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore