
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo (kiri) bersama Direktur Utama PT Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin. (Istimewa)
JawaPos.com - Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo hadir secara langsung dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi III DPR pada Rabu (17/6). Dalam kesempatan itu, jenderal bintang tiga tersebut menjelaskan bahwa Polri telah mengajukan tambahan anggaran Rp 66,1 triliun. Sebab, pagu indikatif 2027 Polri Rp 118 triliun masih jauh dari angka ideal Rp 184 triliun.
Dalam rapat tersebut, Dedi menyampaikan bahwa pagu indikatif Polri pada 2027 sudah ditetapkan. Yakni Rp 118 triliun. Angka tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal Korps Bhayangkara tahun depan. Apalagi setelah terjadi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan dinamika nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) belakangan ini.
”Jika dibandingkan usulan kebutuhan ideal Polri tahun anggaran 2027 sebesar Rp 178 triliun, baru terpenuhi 66,4 persen. Setelah dilakukan rasionalisasi dengan perhitungan kenaikan harga BBM dan kurs rupiah terhadap dolar AS saat ini, maka kebutuhan ideal anggaran Polri untuk tahun anggaran 2027 naik sebesar Rp 184 triliun rupiah,” terang Dedi.
Karena itu, jika dibandingkan dengan pagu indikatif Polri tahun depan, masih ada kekurangan anggaran lebih kurang Rp 66,1 triliun. Guna memenuhi kebutuhan tersebut, Polri mengajukan kekurangan anggaran itu kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan menteri PPN/kepala Bappenas. Dedi pun merinci kebutuhan tambahan anggaran tersebut.
Pertama kebutuhan belanja pegawai Rp 4,5 triliun, belanja barang sebesar Rp 20,9 triliun, serta belanja modal sebesar Rp 40,6 triliun. Berdasar usulan tambahan tahun anggaran 2027, Polri berniat mengusulkan kembali kekurangan tersebut untuk dialokasikan pada pagu anggaran tahun depan.
Dedi menekankan bahwa dukungan anggaran merupakan salah satu faktor penting dalam memenuhi alokasi kebutuhan organisasi dan sumber daya. Sehingga Polri dapat mengoptimalkan pelaksanaan perencanaan dan tujuan yang telah disusun oleh organisasi kepolisian.
”Namun demikian, pagu indikatif Polri untuk tahun anggaran 2027 masih di bawah kebutuhan ideal anggaran yang diusulkan Polri, sehingga diharapkan kebutuhan anggaran Polri dapat dicukupi untuk melaksanakan program, kegiatan, dan sasaran prioritas tahun anggaran 2027 yang telah ditetapkan,” imbuhnya.
Secara umum, lanjut Dedi, alokasi anggaran untuk Polri memang meningkat setiap tahunnya. Namun demikian, postur pagu indikatif Polri tahun anggaran 2027 masih lebih rendah dari usulan kebutuhan ideal anggaran Polri sebagaimana telah dia sampaikan. Untuk itu, Polri mengusulkan dan mengajukan tambahan anggaran kepada pemerintah.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
