Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Agustus 2024 | 17.20 WIB

Gempa Bumi Magnitudo 5,5 Berpusat di Selatan Gunungkidul Bersumber dari Megathrust

Ilustrasi gempa bumi. Dok. JawaPos - Image

Ilustrasi gempa bumi. Dok. JawaPos

JawaPos.com – Prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi gempa bersumber dari megathrust terbukti. Tadi malam (26/8), gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5,5 terjadi di Samudra Hindia, selatan Gunungkidul, Jogjakarta.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menuturkan, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi yang terjadi pukul 19.57 itu memiliki parameter dengan magnitudo 5,5. Episentrum gempa bumi terletak pada koordinat 8,85° LS; 110,17° BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 107 km arah barat daya Gunungkidul. ”Kedalaman gempa mencapai 42 km,” ujarnya.

Hingga pukul 20.45 WIB, hasil monitoring BMKG untuk gempa Gunungkidul M5,5 menunjukkan, telah terjadi 11 kali aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M4,0 dan magnitudo terkecil M2,6.

Dengan memperhatikan lokasi episentrum dan kedalaman hiposentrumnya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya deformasi batuan di bidang kontak antarlempeng atau megathrust. ”Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik,” terangnya.

Menurut Daryono, gempa bumi tersebut berdampak dan dirasakan di daerah Sleman, Jogjakarta, Kulon Progo, dan Bantul dengan skala intensitas III–IV MMI atau dirasakan oleh orang banyak dalam rumah. Efek lindu juga terasa hingga ke sejumlah daerah lain di luar Jogjakarta. Di antaranya, Karangkates, Kabupaten Malang; Pacitan, Nganjuk, Trenggalek, Madiun, Kediri, Blitar, Cilacap, Banyumas, Solo, serta Klaten.

”Di daerah-daerah tersebut, skala intensitas II–III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan truk berlalu. Yang pasti, hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” urainya.

Sebelumnya, BMKG memberikan warning peningkatan kesiapsiagaan gempa bumi dan tsunami yang bersumber dari megathrust di Indonesia.

Hal itu dipicu terjadinya gempa di megathrust Nankai, Jepang. Padahal, megathrust di Indonesia memiliki gap atau rentang waktu antargempa yang lebih lama dibandingkan megathrust Nankai. (idr/c7/ttg)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore