Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Agustus 2024 | 15.31 WIB

Hadapi Khofifah-Emil di Pilgub Jatim, PDIP Mengerucut Calonkan Risma, Tapi Masih Tunggu Sikap PKB

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini. (Fedrik Tarigan/Jawa Pos) - Image

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini. (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

JawaPos.com - Hingga H-1 masa pendaftaran Pilkada 2024, siapa penantang pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak dalam kontestasi pilgub Jawa Timur (Jatim) masih belum jelas. Meski begitu, PDIP sudah mengerucutkan nama. Di sisi lain, PKB sebagai pemenang pileg di Jatim belum memastikan mengusung calon sendiri atau bergabung dengan koalisi.

Sumber internal di DPD PDIP Jatim menyebutkan, sudah ada nama calon yang mengerucut untuk bersaing dengan pasangan Khofifah-Emil. Calon tersebut adalah Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini. ”Untuk gubernur Jatim, calonnya Bu Risma (sapaan Tri Rismaharini, Red),” ucap sumber itu kepada Jawa Pos.

Nama Risma bahkan diusulkan langsung oleh DPP PDIP. Gayung bersambut, DPD PDIP Jatim sepakat dengan usulan tersebut. Selain Risma, ada nama Abdullah Azwar Anas, mantan bupati Banyuwangi yang kini menjabat menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi. Namun, kandidat terkuat hingga kemarin adalah Risma.

Ada beberapa pertimbangan mengapa mengerucut ke Risma. Pertama, soal rekam jejak yang dinilai bisa seimbang dengan Khofifah. Sama-sama pernah menjabat menteri. ”Bu Risma juga sudah punya pengalaman di Surabaya selama dua periode dan cukup sukses,” paparnya.

Sinyal Risma bakal dicalonkan di pilgub Jatim tersirat dari pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto kemarin. Saat pengumuman nama-nama calon kepala daerah, Hasto sempat memintakan izin kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bahwa Risma tidak bisa hadir karena sedang menyapa akar rumput di Jatim.

Lantas, mengapa Risma tak segera diumumkan DPP? Sumber tersebut mengungkapkan bahwa hal itu disebabkan belum adanya pasangan untuk Risma. ”Untuk wakil, masih hunting ke kader NU atau PKB,” katanya.

Saat ini PDIP Jatim terus menjalin komunikasi dengan berbagai parpol untuk mengusung calon di Jatim. Selain dengan partai-partai nonparlemen, PDIP Jatim berkomunikasi intens dengan PKB. ”Kami terus berkomunikasi. Coba tanya ke teman-teman PKB,” tuturnya.

Jawa Pos mencoba menghubungi Sekretaris DPW PKB Jatim Anik Maslachah soal calon gubernur yang bakal diusung. Termasuk kans bakal berkoalisi dengan PDIP. ”Belum ada bocoran. Belum ada,” ujarnya singkat.

Pengamat politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Mubarok Muharam menilai belum tegasnya sikap PKB Jatim untuk mengusung cagub itu terjadi karena dua hal. Pertama, terkait dengan konstelasi nasional di mana PKB terikat dengan Partai Gerindra. Ada pula soal konflik PBNU dengan PKB yang kini belum sepenuhnya reda.

Kedua, PKB menyadari belum ada calon kuat di internal partai yang bisa dijagokan untuk melawan pasangan Khofifah-Emil. ”Itu yang membuat PKB belum bersikap. Meski waktu terbatas,” katanya.

Sementara itu, PDIP melakukan konsolidasi dengan partai-partai nonparlemen di Jawa Timur (Jatim). Tujuh partai nonparlemen tersebut bersekutu dalam nama Koalisi Jatim Menang. Mereka terdiri atas Partai Buruh, Partai Hanura, Partai Gelora Indonesia, Partai Bulan Bintang, Partai Garuda, Partai Ummat, dan Partai Kebangkitan Nusantara.

Wakabid Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital DPD PDI Perjuangan Jatim Dewanti Rumpoko mengungkapkan, kunjungan silaturahmi partai-partai nonparlemen di Jatim itu dilakukan untuk membangun komunikasi bersama menjelang Pilkada Jatim 2024. Komunikasi tersebut dianggap sebagai langkah strategis sebagai upaya bersama membangun poros baru dalam pilgub Jatim.

Mantan wali kota Batu itu menjelaskan, pertemuan Koalisi Jatim Menang dengan PDIP Jatim juga menjadi wadah menyatukan visi dan misi. Lalu muncul kesepakatan bersama untuk mengusung calon gubernur lewat poros baru untuk melawan petahana. ”Misi teman-teman dari nonparlemen ini adalah mengusung pemimpin yang mengakomodasi kepentingan wong cilik, yang memang menjadi dasar perjuangan PDI Perjuangan,” tutur Dewanti.

Koordinator Koalisi Jatim Menang Mohdor Ali menegaskan bahwa pertemuan itu merupakan upaya menganalisis peta politik di Jatim. Politikus Partai Hanura tersebut menambahkan, koalisi partai nonparlemen Jatim berharap dapat mengusung sosok pemimpin yang benar-benar mampu merangkul aspirasi masyarakat.

Sementara itu, DPW PSI Jatim menunjukkan keseriusan mendukung pasangan Khofifah-Emil dengan memberikan rekomendasinya kemarin. Partai pimpinan Kaesang Pangarep tersebut memastikan akan all-out memenangkan Khofifah-Emil.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore