Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Agustus 2024 | 21.48 WIB

Terkuak! FK Undip Akui dr Prathita Amanda Aryani Pernah Lakukan Bullying, Dugaan Paksa Junior Makan 5 Bungkus Nasi Padang

Tangkapan layar tentang Prathita Amanda Aryani ramai disorot warganet. (Media X) - Image

Tangkapan layar tentang Prathita Amanda Aryani ramai disorot warganet. (Media X)

JawaPos.com – Kasus dugaan bunuh diri yang dilakukan oleh dr Aulia Risma Lestari beberapa waktu lalu, akhirnya mengungkap tabir aksi bullying yang terjadi di Universitas Diponegoro (Undip), utamanya di Fakultas Kedokteran.

Bersama dengan kasus meninggalnya dr Aulia Risma Lestari, terungkap pula aksi bullying yang dilakukan oleh dokter bedar Prathita Amanda Aryani.

Dalam beberapa jejak digital yang viral di sosial media, dinarasikan bahwa dr Prathita Amanda Aryani melakukan perundungan kepada para juniornya, dengan memaksa mereka untuk makan lima bungkus nasi padang sekaligus.

Menyadari hal itu, pihak Undip pun akhirnya buka suara meluruskan apa yang kian mencoreng nama baik institusi tersebut.

Dekan fakultas kedokreran (FK) Undip, Yan Wisnu Prajoko, tak mengelak untuk mengakui bahwa perundungan yang dilakukan oleh dr Prahitha Amanda Aryani memang benar-benar terjadi.

Namun begitu, ia membeberkan bahwa aksi perundungan makan lima nasi padang sekaligus itu tak berkaitan dengan penyebab meninggalnya dr Aulia Risma Lestari baru-baru ini.

Menurutnya, perundungan oleh dr Prahitha Amanda Aryani itu terjadi pada 2021 lalu, dan pihak terkait sudah mendapatkan sanksi sebagaimana mestinya.

“Prathita memang terlibat perundungan terhadap juniornya pada 2021. Perlakuan tersebut sesuai dengan laporan yang beredar, meskipun tidak melibatkan kekerasan fisik," kata Yan, seperti dilansir dari Radar Semarang (Jawa Pos Group), Minggu (25/8).

Selain sudah memberikan sanksi yang semestinya, lanjut Yan, dr Prathita pun telah mengakui bahwa dirinya menyesal melakukan perundungan.

“Kami sudah menindaklanjuti kasus ini dengan serius dan dia sudah menunjukkan penyesalan," imbuhnya.

Lantaran terlanjur viral sementara kasus tersebut telah usai, Yan mengaku memberikan kewenangan kepada dr Prathita jika ingin melempar somasi kepada oknum-oknum yang mem-viralkan perkara ini.

“Kami siap mendampingi jika akan somasi. Dia prodi bedah dan sudah tahun keempat pendidikan," lanjutnya.

Lebih lanjut, selain kasus perundungan dr Prathitha dan dugaan penyebab kematian dr Aulia Risma Lestari, Yan mengakui bahwa ada beberapa kasus serupa yang terjadi di lingkungan Undip dan kesemuanya sudah mendapatkan sanksi masing-masing.

“Undip sudah mengeluarkan 3 sanksi berat bagi mahasiswa yakni dikeluarkan. Di tahun 2021 ada 1, 2023 ada 2. Untuk fase pemeriksaan ujungnya sanksi teguran, pemecatan, hingga pidana," tegasnya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore