Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Mei 2026 | 15.57 WIB

ika Anda Makan Sambil Berdiri di Meja Dapur, Anda Mungkin Menunjukkan 7 Ciri Ini Menurut Psikologi

seseorang yang makan sambil berdiri (Magnific/odua) - Image

seseorang yang makan sambil berdiri (Magnific/odua)


JawaPos.com - Di banyak rumah modern, meja makan perlahan kehilangan perannya. Jadwal yang padat, notifikasi tanpa henti, dan ritme hidup yang serba cepat membuat banyak orang memilih makan sambil berdiri di meja dapur daripada duduk tenang menikmati makanan.

Sekilas, kebiasaan ini tampak sepele. Hanya soal efisiensi. Namun dalam psikologi perilaku, kebiasaan kecil sering kali mencerminkan pola pikir, kondisi emosional, bahkan cara seseorang menjalani hidup sehari-hari.

Cara kita makan bukan hanya tentang makanan. Itu juga tentang bagaimana kita menghadapi waktu, stres, kontrol diri, dan kebutuhan emosional.

Tentu saja, makan sambil berdiri tidak otomatis berarti ada sesuatu yang salah. Banyak orang melakukannya sesekali. Namun jika kebiasaan ini terjadi hampir setiap hari, psikologi melihat ada beberapa karakteristik yang mungkin muncul di baliknya.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat 7 ciri yang sering dikaitkan dengan orang yang terbiasa makan sambil berdiri di meja dapur.

1. Anda Cenderung Selalu Merasa “Sedang Mengejar Waktu”

Salah satu alasan paling umum seseorang makan sambil berdiri adalah karena merasa tidak punya cukup waktu untuk berhenti sejenak.

Dalam psikologi modern, kondisi ini sering dikaitkan dengan time urgency — dorongan internal untuk terus bergerak dan menyelesaikan sesuatu secepat mungkin. Orang dengan pola ini biasanya merasa duduk santai selama 15 menit saja bisa dianggap “membuang waktu”.

Mereka sering:

mengecek ponsel saat makan,
berpikir tentang pekerjaan berikutnya,
atau bahkan berdiri sambil membuka kulkas dan membersihkan dapur sekaligus.

Masalahnya, otak tidak pernah benar-benar mendapat sinyal untuk beristirahat.

Akibatnya, tubuh tetap berada dalam mode siaga. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa membuat seseorang lebih mudah lelah secara mental meskipun merasa dirinya produktif.

Ironisnya, orang yang terus terburu-buru sering merasa harinya tetap kurang cukup.

2. Anda Sulit Benar-Benar Hadir di Momen Sekarang

Psikologi mindfulness menekankan pentingnya kesadaran penuh terhadap aktivitas sederhana, termasuk makan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore