Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Agustus 2024 | 20.28 WIB

Wapres: PKB Gerakan Politik Kiai, Bukan Kiai Politik

Wapres RI Ma - Image

Wapres RI Ma

JawaPos.com - Berbeda dengan lima tahun lalu, pembukaan muktamar PKB di Nusa Dua, Bali, tidak dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi). Forum musyawarah tertinggi PKB tersebut dibuka Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin dan akan ditutup hari ini (25/8) oleh presiden terpilih Prabowo Subianto.

Tidak ada penjelasan terkait alasan ketidakhadiran Jokowi dalam Muktamar VI PKB. Sekretaris Steering Committee Muktamar VI PKB Syaiful Huda menyatakan, kehadiran Wapres Ma’ruf Amin sudah cukup sebagai perwakilan presiden. ”Bagi PKB tidak masalah (Jokowi tidak hadir di pembukaan muktamar),” ujarnya di lokasi Muktamar VI PKB di Bali kemarin (24/8).

Pantauan Jawa Pos, Menko Polhukam Hadi Tjahjanto turut mendampingi Ma’ruf Amin. Selain itu, sejumlah elite partai politik juga hadir. Di antaranya, Sekjen PKS Aboe Bakar Al Habsy, Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah, dan Wakil Ketua Umum Golkar Ace Hasan Syadzily.

Sementara itu, sebelum membuka muktamar, Ma’ruf Amin sempat menyinggung gerakan politik PKB sebagai harakah siyasiyah kiyaiyah atau gerakan politik kiai. ”Bukan kiai politik,” ujarnya. Karena itu, dia mengingatkan agar gerakan politik PKB mengikuti nasihat dan petunjuk kiai.

Namun, Wapres menegaskan, gerakan politik kiai bukan untuk kepentingan kiai. Melainkan untuk kepentingan seluruh bangsa dan negara. Dia pun menyinggung awal mula pembentukan PKB yang didirikan sebagai wadah menampung aspirasi kaum nahdliyin. ”Tapi, kenyataannya yang mendukung PKB bukan hanya orang NU, tapi seluruh kelompok,” ujarnya.

Dukungan seluruh kelompok itu sejalan dengan gerakan politik PKB yang mengusung rahmatan lil’alamin atau politik semua golongan. Dalam gerakan tersebut, PKB membawa misi perbaikan. ”Perbaikan untuk semua pihak, bukan gerakan politik kekuasaan,” kata Ma’ruf. ”Karena urusan kekuasaan urusan Allah SWT,” imbuhnya.

Meski tidak berorientasi pada kekuasaan, PKB bukan berarti tidak menginginkan kekuasaan. Menurut Ma’ruf, PKB selama ini terus ikut dalam gerbong kekuasaan. Bahkan, gerakan politik PKB telah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. ”Buktinya, saya lihat di pemilu, PKB mendapat suara 10 persen,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menyatakan, gelaran muktamar yang dihadiri 2.888 muktamirin itu sekaligus syukuran atas berbagai nikmat dan kemenangan yang diperoleh PKB pada 2024. Juga syukuran atas suksesnya konsolidasi selama lima tahun terakhir. ”Di mana soliditas, persatuan, kekompakan, sinergi, bahu-membahu amat terasa di seluruh jajaran pengurus PKB,” terangnya.

Wakil ketua DPR RI itu pun mengklaim partainya tidak mudah diadu domba dan digoyang oleh pihak mana pun. ”Saya perlu sampaikan asumsi (PKB mudah diadu domba) itu salah karena kekuatan kita solid, kompak, bersatu,” tegasnya. Dia juga mengklaim PKB telah berhasil menghadapi pileg dan pilpres yang penuh tantangan.

Di sisi lain, sebelum muktamar dibuka pukul 19.20 Wita, sekelompok massa melakukan aksi di sekitar lokasi muktamar di Bali Nusa Dua Hotel Convention Center. Meski sempat memanas, kelompok yang menuntut agar muktamar dibatalkan itu berangsur mereda sebelum pembukaan muktamar dihelat. ”Hasil investigasi kami, mereka bukan kader dan bukan pengurus PKB,” kata Syaiful Huda. Huda menyebut aksi demonstrasi di luar lokasi muktamar itu sengaja didesain untuk merusak citra dan suasana muktamar.

Sementara itu, analis komunikasi politik Hendri Satrio menyebut ketidakhadiran Jokowi dalam pembukaan muktamar PKB bisa dibaca sebagai sindiran bagi PKB. Menurut dia, Jokowi melihat PKB tidak sepenuhnya loyal kepada dirinya, tapi juga loyal kepada Prabowo. ”Jokowi ini enggak mau main setengah-setengah, sementara Cak Imin bisa bermain untuk semua,” ujarnya. (tyo/wan/c6/fal)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore