
Suasana Kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta, Rabu (26/3/2023). (FOTO: FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)
JawaPos.com – Profesor Riset BRIN Bidang Ilmu Kebumian Danny Hilman Natawidjaja angkat bicara mengenai ramainya perbincangan soal megathrust. Dia menyebutkan, fenomena yang muncul di masyarakat sekarang adalah seolah-olah gempa besar akibat megathrust terjadi dalam waktu dekat.
Danny menuturkan, isu megathrust berkembang cukup lama. Tetapi, di masyarakat, isu tersebut mudah muncul, kemudian tenggelam. Padahal, kesiapsiagaan menghadapi bencana harus dilakukan terus-menerus. Mitigasi bencana tidak bisa dilakukan setengah-setengah. ’’Karena bencana bisa muncul ketika masyarakat lengah,’’ katanya kemarin (21/8).
Danny menegaskan, mitigasi bencana adalah kewenangan BNPB atau BPBD yang tersebar hingga tingkat kabupaten dan kota. Sedangkan BRIN melakukan penelitian titik pusat gempa hingga risiko seberapa besar dampaknya.
Danny mengatakan, pihaknya pernah membuat simulasi megathrust Selat Sunda dengan gempa berkekuatan 9 SR. Dia membenarkan bahwa megathrust di Selat Sunda membangunkan gempa 9 SR dan dapat memicu tsunami. ’’Untuk Jakarta, tsunami datang butuh waktu satu jam,’’ jelasnya.
Menurut dia, waktu satu jam itu masih cukup bagi masyarakat untuk menyelamatkan diri. Dengan catatan, sistem peringatan dini beroperasi maksimal dan akurat. Termasuk juga butuh dukungan mitigasi serta kesiapsiagaan masyarakat.
Danny juga mengatakan, megathrust itu seperti ular karena memanjang. Meskipun namanya megathrust Selat Sunda, jika menghasilkan gempa 9 SR, efek gempa dirasakan di sepanjang pesisir selatan Laut Jawa. Menurut dia, titik pusat gempa biasanya memiliki panjang sekitar 1.000 meter atau sekitar 1 km.
Dia mencontohkan gempa Aceh yang memicu tsunami pada 2004. Saat itu, gempa berpusat di Simeulue, Aceh. Namun, guncangannya terasa sampai Thailand. Fenomena itu disebabkan ekor megathrust memanjang sampai mengarah ke Thailand.
Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menuturkan, early warning system pada gempa dan tsunami sebenarnya tidak hanya berasal dari BMKG, tapi juga berkaitan dengan pemda. ’’Sebab, BMKG hanya memberitahukan ke pemda,’’ paparnya. Langkah selanjutnya, pemda yang berwenang membunyikan sirene dan melakukan evakuasi. ’’Jadi, yang pencet tombol sirene dari pemda sampai ke jalur evakuasi,’’ terangnya.
Menurut dia, jalur evakuasi untuk bencana di daerah pesisir seharusnya sudah diketahui. Misalnya, di Bali, turis harus mengetahui ke mana jalur evaluasi. ’’Rambu-rambunya harus jelas,’’ terang dia. Tak hanya itu, bangunan-bangunan seperti hotel juga seharusnya telah disertifikasi tahan gempa.
Terpisah, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengatakan, pihaknya berupaya memaksimalkan kampung siaga bencana untuk mengantisipasi ancaman bencana di Indonesia, termasuk megathrust.
’’Memang harus disiapkan. Ya, kita semua takut, aku pun takut. Tapi, memang harus disiapkan. Kadang kan kalau kita ngomong baik-baik saja, mereka nggak siap,” ujarnya di Jambi kemarin (21/8).
Saat ini kampung siaga bencana sudah banyak tersebar di Indonesia. Tercatat ada 1.132 kampung siaga bencana dengan jumlah terbanyak berada di Jawa Barat. Yakni, 135 lokasi.
Menurut Risma, efektivitas kampung siaga bencana itu sudah teruji. Dia mencontohkan saat banjir lahar dingin dan longsor akibat letusan Gunung Marapi. Saat itu, Kabupaten Agam belum memiliki kampung siaga bencana. Terdekat, ada di Solok. Setelah bencana terjadi, warga Solok pun diperbantukan untuk ikut menangani bencana di Agam. ’’Kita bawa, mereka masak, ikut memasang tenda, ikut bantu evakuasi. Jadi bisa diperbantukan,” paparnya. (wan/idr/mia/c7/oni)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
