Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kemenag Waryono Abdul Ghafur (kiri). (Humas Kemenag)
JawaPos.com–Urusan ketahanan pangan tidak bisa diremehkan. Bahkan untuk keluarga, persoalan ketahanan pangan bisa berakibat serius. Banyaknya kasus perceraian di tengah masyarakat, bisa berpotensi memicu persoalan ketahanan pangan keluarga dan urusan gizi anak-anak.
Urusan risiko ketahanan pangan tersebut disampaikan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kemenag Waryono Abdul Ghafur. Tepatnya saat menjadi narasumber dalam Kongres ke-3 Jaringan Bank Pangan Indonesia yang diselenggarakan Foodbank of Indonesia Network (FOIN) di Jakarta pada Jumat (16/8).
Waryono mengingatkan akan ancaman terhadap ketahanan pangan keluarga. Hal itu mengacu pada data yang menunjukkan sekitar 400 ribu pasangan bercerai tiap tahun. Angka itu cukup tinggi, karena setiap tahun ada sekitar 2 juta pernikahan.
Kasus perceraian itu, berpotensi mengganggu ketahanan pangan dan tumbuh kembang gizi anak. Waryono lantas menyerukan pentingnya kolaborasi strategis demi mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia. Dia menekankan bahwa sinergi antara Bank Pangan Indonesia dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) adalah kunci dalam memenuhi kebutuhan dasar mustahik.
Dia menyoroti potensi besar zakat dan wakaf dalam mendukung ketahanan pangan yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. ”Kita harus memastikan dana zakat dan wakaf mampu mendukung ketahanan pangan melalui program-program berbasis kebutuhan mustahik sesuai regulasi zakat,” ujar Waryono.
Selain itu, Waryono menyoroti Program Kampung Zakat yang menjadi salah satu inisiatif strategis dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa. Program itu, mampu menjadi jembatan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memastikan kebutuhan pangan di daerah terpencil terpenuhi.
Waryono berharap melalui kolaborasi dan sinergi yang lebih erat antara Baznas, LAZ, dan Bank Pangan Indonesia, ketahanan pangan nasional dapat tercapai. Kongres itu juga diramaikan dengan berbagai kegiatan menarik seperti Rembug Pangan Indonesia (RPI) dan Pasar Rakyat Mustikarasa (PRM).
Kegiatan tersebut menampilkan produk UMKM berbasis pangan lokal dan rempah asli Indonesia. Selain itu, Racik Mustikarasa, sebuah demonstrasi memasak, memperkaya pemahaman masyarakat akan pentingnya memanfaatkan pangan lokal untuk memerangi kelaparan, terutama pada anak-anak.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
