Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 Agustus 2024 | 15.09 WIB

Hampir Setengah Juta Pasangan Cerai Tiap Tahun, Bisa Picu Ketahanan Pangan Keluarga

 

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kemenag Waryono Abdul Ghafur (kiri). (Humas Kemenag)

JawaPos.com–Urusan ketahanan pangan tidak bisa diremehkan. Bahkan untuk keluarga, persoalan ketahanan pangan bisa berakibat serius. Banyaknya kasus perceraian di tengah masyarakat, bisa berpotensi memicu persoalan ketahanan pangan keluarga dan urusan gizi anak-anak. 

Urusan risiko ketahanan pangan tersebut disampaikan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kemenag Waryono Abdul Ghafur. Tepatnya saat menjadi narasumber dalam Kongres ke-3 Jaringan Bank Pangan Indonesia yang diselenggarakan Foodbank of Indonesia Network (FOIN) di Jakarta pada Jumat (16/8). 

Waryono mengingatkan akan ancaman terhadap ketahanan pangan keluarga. Hal itu mengacu pada data yang menunjukkan sekitar 400 ribu pasangan bercerai tiap tahun. Angka itu cukup tinggi, karena setiap tahun ada sekitar 2 juta pernikahan.

Kasus perceraian itu, berpotensi mengganggu ketahanan pangan dan tumbuh kembang gizi anak. Waryono lantas menyerukan pentingnya kolaborasi strategis demi mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia. Dia menekankan bahwa sinergi antara Bank Pangan Indonesia dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) adalah kunci dalam memenuhi kebutuhan dasar mustahik. 

Dia menyoroti potensi besar zakat dan wakaf dalam mendukung ketahanan pangan yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. ”Kita harus memastikan dana zakat dan wakaf mampu mendukung ketahanan pangan melalui program-program berbasis kebutuhan mustahik sesuai regulasi zakat,” ujar Waryono.

Selain itu, Waryono menyoroti Program Kampung Zakat yang menjadi salah satu inisiatif strategis dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa. Program itu, mampu menjadi jembatan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memastikan kebutuhan pangan di daerah terpencil terpenuhi. 

Waryono berharap melalui kolaborasi dan sinergi yang lebih erat antara Baznas, LAZ, dan Bank Pangan Indonesia, ketahanan pangan nasional dapat tercapai. Kongres itu juga diramaikan dengan berbagai kegiatan menarik seperti Rembug Pangan Indonesia (RPI) dan Pasar Rakyat Mustikarasa (PRM).

Kegiatan tersebut menampilkan produk UMKM berbasis pangan lokal dan rempah asli Indonesia. Selain itu, Racik Mustikarasa, sebuah demonstrasi memasak, memperkaya pemahaman masyarakat akan pentingnya memanfaatkan pangan lokal untuk memerangi kelaparan, terutama pada anak-anak.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore