Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Agustus 2024 | 21.07 WIB

Paparkan Visi tentang Masa Depan Sektor Kesehatan di Indonesia

Ilustrasi Rumah Sakit - Image

Ilustrasi Rumah Sakit

JawaPos.com-Medix Global mengadakan diskusi bertajuk "Insights and Future of Healthcare Ecosystems in Indonesia" (Wawasan dan Masa Depan Ekosistem Kesehatan di Indonesia).

Acara diskusi ini merupakan kesempatan untuk berinteraksi dengan para pemimpin dan dua pakar kesehatan Medix, termasuk Sigal Atzmon, Founder & CEO, Medix Global, and Dr. Mona Jamtani, Senior Medical Case Doctor Indonesia, Medix Asia.

Medix adalah pelopor perusahaan manajemen medis yang berkomitmen untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan canggih, keahlian, perawatan, dan teknologi untuk memenuhi kebutuhan kesehatan yang kritikal.

Indonesia dikenal atas kisah sukses ekonomi yang signifikan, saat ini merupakan ekonomi terbesar ke-16 di dunia dengan tingkat pertumbuhan ketiga tertinggi di antara negara-negara G20. Pada tahun 2030, Indonesia bahkan dicanangkan menjadi salah satu dari 10 ekonomi terbesar di dunia.

Namun, kondisi sistem kesehatan Indonesia menimbulkan tantangan besar untuk mewujudkan potensi ini, yang berarti terdapat tantangan dan peluang bagi para penyedia layanan kesehatan.
Sebagai contoh, biaya kesehatan di Indonesia meningkat sebesar 13,6% dari tahun ke tahun pada tahun 2023, melampaui kenaikan rata-rata 11,5% pada negara-negara Asia lainnya.

Seiring dengan hal tersebut, terlihat lonjakan klaim asuransi kesehatan – meningkat 25% dari tahun ke tahun menjadi Rp 20,83 triliun tahun lalu.

Untuk mengatasi situasi ini, hampir semua perusahaan asuransi kesehatan terpaksa mengkaji ulang harga produk asuransi kesehatan mereka dengan premi yang meningkat secara signifikan, bahkan meningkat dua digit persentase.

Pada kondisi khusus, berdasarkan penelitian yang dilakukan pada Mei 2022, kasus kanker di Indonesia meningkat dengan hampir 1,8 juta kasus kanker terdeteksi pada tahun 2018 berbanding dengan hanya 726.555 kasus pada tahun 2014. Lebih dari 70% pasien-pasien tersebut didiagnosis pada stadium lanjut, yang menyebabkan buruknya kualitas hidup mereka.

Kurangnya investasi pada sumber daya dan beragamnya kualitas perawatan serta fasilitas medis antara satu kota dengan kota lainnya, bahkan antara satu rumah sakit dengan rumah sakit lainnya, menjadi masalah besar di Indonesia, dengan hanya 0,4 dokter per 1.000 orang dan 1,2 tempat tidur rumah sakit per 100.000 orang, yang tercatat menjadi salah satu rasio terendah di Asia Tenggara.

Dikarenakan tantangan besar terkait aksesibilitas, dan perangkat pendukung yang obyektif untuk menavigasi sistem yang kompleks ini, banyak konsumen kesehatan di Indonesia yang kurang percaya terhadap sistem layanan kesehatan lokal.
Sigal Atzmon menekankan pihaknya bekerja dengan mitra kami, termasuk perusahaan besar, asuransi kesehatan, dan perusahaan reasuransi.

"Menawarkan solusi yang tidak hanya meningkatkan kesehatan manusia, tetapi juga menjaga aspek keuangan, membantu mengendalikan inflasi biaya medis dan memastikan keberlanjutan seluruh ekosistem," urainya.

Dr. Mona Jamtani menambah wawasan dengan menyoroti pentingnya keberlanjutan dalam layanan kesehatan, menekankan pemantauan dan perhatian terus menerus terhadap perkembangan kesehatan medis pasien untuk membangun kepercayaan jangka panjang.

"Ada dokter dan fasilitas medis yang sangat baik di Indonesia, jadi kita hanya perlu tahu ke mana harus menemukan mereka dan bagaimana menavigasinya. Kami telah bekerja keras selama beberapa tahun terakhir untuk mendapatkan kepercayaan konsumen kesehatan Indonesia dan mendukung mereka sepanjang perjalanan mereka," ucap dia. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore