Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Agustus 2024 | 01.25 WIB

Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharuddin: Kalau Demo Lagi, Langsung Kita Gebuk

 

Ketum PBNU K.H Yahya Cholil Staquf (kiri) dikawal Ketua Umum GP Anshor Addin Jauharudin (kanan). (Instagram Addin Jauharudin)

JawaPos.com - Penjagaan kantor PBNU di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, diperketat. Itu setelah pekan lalu sejumlah orang berunjuk rasa di kantor yang sering menjadi tempat berkumpulnya kiai sepuh itu.

Penjagaan ditangani oleh para personel Banser. Kemarin pagi, sekitar seratus personel Banser mengikuti apel di bawah pengarahan Ketua Umum (Ketum) PBNU Yahya Cholil Staquf.

Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharuddin mengatakan, Banser adalah pasukan berat yang siap digerakkan kapan pun. ’’(Banser) bukan gerombolan,’’ katanya seusai apel.

Dia menyatakan, salah satu instruksi untuk Banser adalah mencegah aksi demo di depan kantor PBNU. ’’Kalau ada (aksi demo) langsung sikat, langsung gebuk. Tapi, sebelumnya kita pendekatan persuasif,’’ jelasnya.

Gus Addin menegaskan, instruksinya jelas. Mereka tak ingin gedung PBNU dinodai dan dikotori oleh aksi demo. Gus Addin menyebut Ansor dan Banser sudah terbiasa dengan satu komando. Banser siap menjalankan segala arahan PBNU.

Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, jumlah personel Banser sekitar 100 ribu orang. Sedangkan seluruh Indonesia bisa mencapai 8 juta orang. ’’Iya, betul (menjaga kantor PBNU) 24 jam,’’ tegasnya.

Gus Addin mengatakan, Banser siap mengamankan kantor PBNU dari segala kemungkinan. Dia lantas menyoroti aksi demo akhir pekan lalu di kantor PBNU. Aksi itu, menurut dia, tidak jelas dari mana asalnya.

’’Apalagi kemudian mengakui anak Gus Dur yang kemudian kita ketahui bersama, ternyata bukan,’’ tuturnya.

Menurut dia, aksi demo itu telah mencoreng mereka sendiri. Kemudian juga bermain-main dengan tokoh NU. Jika ada demo serupa, Gus Addin mengaku siap mencegah, bahkan sampai memukul mundur. 

Sementara itu, dalam arahannya, Gus Yahya menyampaikan beberapa pesan kepada personel Banser. ’’Saya tahu, pada hari-hari ini, kader Ansor dan Banser di seluruh Indonesia merasakan gejolak,’’ katanya.

Juga merasakan emosi intensif terkait apa yang berkembang pada beberapa hari terakhir. Tanpa menyebut hubungan PBNU dengan PKB. 

Gus Yahya mengatakan, dirinya mengetahui batas kesabaran personel Banser. Dia menekankan bahwa Banser adalah pasukan-pasukan kader. Bukan gerombolan. Dia pun berterima kasih kepada Banser yang sudah datang dan meminta perintah dari PBNU.

’’Karena ini menunjukkan bahwa sahabat-sahabat adalah kader yang disiplin dalam menjunjung tinggi norma-norma organisasi,’’ jelasnya. Kemudian, menjunjung tinggi norma-norma kepemimpinan dalam organisasi.

Secara khusus dia menyampaikan beberapa pesan kepada seluruh Banser di Indonesia. Pertama, tetap disiplin dalam barisan dan tidak tercerai-berai. Kedua, tetap dalam disiplin kepemimpinan.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore