Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Juli 2024 | 16.03 WIB

Program Makan Bergizi Gratis Prabowo-Gibran Bakal Efektif Jika Dikawal Pakar Gizi Kesehatan

Sejumlah siswa kelas IX melakukan makan siang gratis di SMPN 2 Curug, Kab. Tangerang, Kamis (29/02/2024). - Image

Sejumlah siswa kelas IX melakukan makan siang gratis di SMPN 2 Curug, Kab. Tangerang, Kamis (29/02/2024).

JawaPos.com - Program makam bergizi gratis yang diinisiasi Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dinilai merupakan bentuk investasi sekaligus cara yang efektif bagi negara untuk memperbaiki nutrisi masyarakat.

Pakar Kesehatan Masyarakat Indonesia Hermawan Saputra optimistis, program makan siang gratis yang kini berganti nama menjadi makan bergizi gratis di pemerintahan menjadi investasi penting dan efektif untuk perbaikan gizi. Hal itu bisa jadi momentum yang baik apa bila program makan bergizi gratis benar-benar dikawal dengan baik, akan membawa Indonesia mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

“Efektif apabila dikawal oleh pakar kesehatan masyarakat, apabila dikawal oleh praktisi gizi kesehatan, artinya makanya ini kan harus bergeser daripada kampanye makan siang gratis menjadi makan bergizi gratis nah ide makan bergizi ini yang harus betul-betul memperbaiki nutrisi,” kata Hermawan kepada wartawan, Kamis (25/7).

Ketua Umum PP Ikatan Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) ini mengatakan, harus ada intervensi pemerintah yang tepat untuk memperbaiki gizi agar anak-anak dan remaja Indonesia ke depan memiliki kognisi, intelegensi dan daya tahan tubuh yang prima.

Melalui program ini juga, Hermawan berharap dapat menjadi pintu masuk untuk pengendalian konsumsi berlebih terhadap gula, garam dan juga lemak yang mengakibatkan risiko penyakit.

“Jadi, kita akan memiliki cita-cita Indonesia emas 2045 jadi kalau kita berusaha betul-betul melakukan intervensi spesifik dengan tepat di saat usia anak dan remaja, maka 21 tahun ke depan itu akan berpengaruh terutama berdampak kepada aspek kognisi, daya nalar, daya pikir inteligensia, aspek daya tahan tubuh dan kondisi fisik dan aspek tumbuh kembang itu sendiri menjadikan bentuk-bentuk intervensi,” tegasnya.

Sebelumnya, Wapres RI terpilih Gibran Rakabuming Raka, memanfaatkan momentum Hari Anak Nasional dengan menggelar uji coba program makan gratis di Bogor. Gibran memimpin langsung uji coba itu di SDN Sentul 002 dan 003.

Makanan yang disediakan memiliki anggaran Rp 14.900 per porsi. Gibran mengatakan, besaran anggaran per porsi mungkin tidak jauh dari range tersebut. Hal itu sekaligus mengklarifikasi isu yang digulirkan seorang ekonom yang menyebut jatah anggaran dipangkas menjadi Rp 7.500 per porsi.

Gibran memastikan demi visi melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, negara tidak boleh terlalu mengirit. ”Kita tidak boleh pelit-pelit,” ujar Gibran, Selasa (23/7).

Dengan anggaran Rp 14.900 per porsi pada uji coba itu, Gibran mengklaim asupan yang didapat cukup ideal. Setiap siswa mendapat jatah nasi dengan lauk ayam dan sayur. Ada juga menu tambahan berupa pisang dan susu.

Dalam implementasinya nanti, mungkin saja besaran anggaran per daerah akan berbeda. Sebab, tiap daerah punya standar harga barang, biaya distribusi, hingga makanan khas beragam. ”Menunya (bisa) beda, tapi tidak mungkin anggarannya dikurangi sampai Rp 7.500,” pungkasnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore