
Ilustrasi: Ilustrasi: Gejala aneh sempat dirasakan sebelum server PDN diserang ransomware. (Security Magazine)
JawaPos.com – Masalah serangan ransomware di Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 belum sepenuhnya teratasi. Sebaliknya, data instansi yang terdampak semakin banyak. Kemarin (27/6), dalam rapat di Komisi I DPR, terungkap ada 282 instansi yang terdampak.
Dalam paparannya, Menkominfo Budi Arie Setiadi menyebutkan 43 instansi aman karena data yang dititipkan di PDNS 2 hanya data backup. Instansi-instansi tersebut memiliki data yang disimpan di sistem tersendiri. Sisanya, sebanyak 239 instansi yang shutdown layanannya tidak punya backup data.
Ihwal minimnya instansi yang mempunyai backup data tersebut menjadi bahasan utama selama rapat berlangsung. Pada kesempatan itu, Budi langsung menyampaikan akan mengeluarkan keputusan menteri tentang kewajiban backup data oleh seluruh tenant atau instansi yang menggunakan layanan PDNS 1 maupun PDNS 2. ”Paling lambat Senin saya keluarkan. Sekarang menjadi mandatory,” tuturnya.
Budi meluruskan, Kemenkominfo tidak menyudutkan instansi atau tenant yang tidak mempunyai backup data. Dia menjelaskan, khusus di PDNS 2 disiapkan kapasitas backup sebanyak 5.790 VM (virtual machine). Dari jumlah tersebut, data yang ter-backup hanya 1.630 VM atau sekitar 28,5 persen saja.
Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, pihaknya bertugas sebagai prosesor. Sementara pengendali data ada di masing-masing instansi atau tenant. ”Kami sebagai prosesor tidak bisa mengambil data tenant untuk melakukan backup,’’ tuturnya. Ketentuannya, tenant sendiri yang harus melakukan backup secara mandiri.
Sejumlah anggota DPR menyampaikan kekecewaannya terhadap kejadian serangan ransomware. Khususnya minimnya instansi yang memiliki backup data.
Anggota Komisi I DPR Sukamta menganalogikan Kementerian Kominfo membuka layanan penitipan koper di bandara. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bertugas sebagai satpam. Lalu, instansi atau tenant sebagai pelancong yang diminta menitipkan koper di tempat yang sudah disiapkan. ”Kemudian ini locker room-nya dimasuki maling, dikunci dari dalam. Pemilik koper tidak bisa ambil kopernya,” katanya.
Nah, Kemenkominfo sebagai pemilik koper justru menyudutkan pemilik koper karena tidak mempunyai koper cadangan. Sampai dengan berita ini ditulis tadi malam, rapat masih berlangsung. Muncul gagasan dibentuk panitia kerja (panja) untuk membahas lebih dalam soal serangan ransomware. (wan/syn/dee/mia/c17/fal)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Lecce vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Imbang di Via del Mare

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022