
Kepala BPKH Fadlul Imansyah (kiri) bersama Anggota BPKH Amri Yusuf (kanan) di Jakarta (10/4).
JawaPos.com-Mendekati Lebaran sejumlah instansi menggelar kegiatan sosial angkutan mudik gratis. Sementara itu Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menggelar angkutan balik gratis. Mereka memastikan program yang menelan anggaran Rp 1,6 miliar itu tidak menggunakan dana haji.
Program angkutan balik gratis itu dipaparkan Kepala BPKH Fadlul Imansyah dan Anggota BPKH Amri Yusuf di Jakarta pada Senin (10/4). Fadlul mengatakan BPKH ingin menjalankan program yang sedikit berbeda. ’’Kami menggelar program Balik Kerja Bareng BPKH. Tujuannya memberikan inovasi layanan yang baru untuk masyarakat,’’ katanya.
Fadlul mengatakan angkutan balik tidak kalah penting dengan angkutan mudik. Bahkan pada saat momen angkutan balik, ada kalanya pekerja sudah kehabisan uang. Karena uang tabungannya terpakai untuk angkutan mudik dan keperluan berlebaran di kampung halaman.
’’Kegiatan ini bersumber dari dana abadi umat. Melalui program kemaslahatan,’’ tandasnya. Dia mengatakan berdasarkan kajian Kementerian Perhubungan, tujuan arus mudik terbesar adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jogjakarta. Untuk itu BPKH menjalankan program angkutan balik gratis dari tiga provinsi tersebut.
Fadlul mengatakan yang bisa mengikuti program angkutan balik gratis itu adalah pekerja atau karyawan. Bagi mereka yang sudah terdaftar sebagai calon jemaah haji, akan mendapatkan prioritas. BPKH dalam kegiatan angkutan balik gratis itu juga akan sosialisasi pendaftaran haji untuk masyarakat.
Anggota BPKH Amri Yusuf menegaskan bahwa anggaran yang dipakai untuk menggelar angkutan balik gratis itu bukan dari dana haji. Sebaliknya program tersebut menggunakan hasil pengelolaan dana abadi umat. Seperti diketahui BPKH selain mengelola dana haji yang bersumber dari setoran awal pendaftaran haji, juga mengelola dana abadi umat.
’’Momen angkutan balik gratis ini sekaligus jadi sosialisasi soal dana abadi dan dana kemaslahatan,’’ katanya. Amri mengatakan saat ini dana abadi umat yang dikelola BPKH mencapai Rp 3 triliun lebih. Dari dana tersebut, hasil pengelolaan setiap tahunnya mencapai Rp 200 miliar lebih. Dia menegaskan yang boleh dipergunakan untuk program kemaslahatan, hanya dari dana hasil pengelolaan. Uang pokoknya tidak boleh diutak-atik.
Amri mengatakan banyak sekaligus kegiatan kemaslahatan umat yang bisa didanai dari nilai manfaat dana abadi umat. Diantaranya adalah program pendidikan dan perbaikan sarana-prasarana ibadah umat Islam. Seperti masjid, musala, dan lainnya. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
