
SITUASI SULIT: Seorang bocah perempuan Palestina yang kedua lututnya dibebat perban memegang roti di Deir Al Balah, bagian tengah Jalur Gaza (13/6).
JawaPos.com – Inisiatif-inisiatif kemanusiaan yang ditawarkan Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Gaza di Yordania dimatangkan di tanah air. Dalam silaturahmi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dengan jajaran pengurus MUI di Jakarta kemarin (14/6), dibahas antara lain bagaimana pelaksanaan rencana membawa korban peperangan dari Jalur Gaza ke Jakarta.
Juga, rencana membawa anak-anak Palestina ke sini dengan skema khusus. Wakil Ketua MUI Marsudi Syuhud mengapresiasi pula sejumlah upaya bantuan untuk Gaza yang telah dilakukan pemerintah. Misalnya, pengerahan dua pesawat Hercules, pengiriman rumah sakit terapung, serta pendistribusian bantuan lewat skema air drop (diterjunkan dari udara).
"Soal anak-anak telantar dari Gaza diterima di pesantren-pesantren Indonesia, kami imbau kiai atau pengasuh ikut membantu," katanya.
Terkait teknis pelaksanaannya, dia berharap ada kajian bersama. Melibatkan unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola pondok pesantren (ponpes), dengan MUI serta ormas keagamaan terkait. Dengan begitu, kegiatan pendidikan anak-anak Gaza bisa berjalan dengan baik.
Inisiatif menampung 1.000 anak-anak serta para ibu Palestina yang menjadi korban gempuran tiada henti Israel sejak Oktober tahun lalu itu pernah disampaikan secara terbuka oleh Khofifah Indar Parawansa di hadapan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto Jumat (7/6) pekan lalu. Tapi, tentang teknisnya, Khofifah, gubernur Jawa Timur (Jatim) 2019–2024 yang bakal maju lagi dalam pemilihan gubernur Jatim November nanti, menyerahkannya kepada pemerintah pusat.
Jatim merupakan provinsi dengan jumlah ponpes terbanyak kedua dengan 6.745 pesantren. Di bawah Jawa Barat dengan 12.121 ponpes dan di posisi ketiga Jawa Tengah dengan 5.084 ponpes.
Terkait dengan bahasa pengantar untuk pendidikan anak-anak Gaza, Marsudi meyakini tidak akan ada persoalan. Bahasa resmi di Palestina atau Gaza adalah Arab. Sementara itu, di Indonesia, banyak pesantren yang sangat kuat bahasa Arab-nya. Bahkan, bahasa Arab digunakan sebagai bahasa pengantar pendidikan sehari-hari.
Jumlah korban tewas akibat genosida Israel sudah melebihi 37 ribu nyawa. Sekitar 70 persen di antaranya anak-anak. Kecaman dan tekanan berbagai pihak tak kunjung bisa menghentikan kebrutalan Negeri Zionis tersebut. (wan/c7/ttg)

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
