Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Juni 2024 | 14.15 WIB

Atasi Inflasi dan Stunting, Kemendagri Minta Peran Pemda Ditingkatkan

Ilustrasi stunting. Dimas Pradipta/JawaPos.com

 

 
 
JawaPos.com - Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membeberkan strategi atasi permasalahan inflasi dan stunting di daerah. Kedua isu krusial tersebut memiliki dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. 
 
 
"Permasalahan inflasi, stunting, kepadatan penduduk ini perlu (disikapi) kebijakan yang tepat. Tugas kami memberikan rumusan kebijakan kepada pimpinan untuk itu diskusi kali ini sangat penting menambah pengetahuan kita terkait berbagai isu strategis saat ini," ungkap Plh Kepala Pusat Strategi Kebijakan (Pustrajakan) Politik, Hukum dan Pemerintahan Dalam Negeri (Polhupemdagri) BSKDN Gatot Tri Laksono, Rabu (12/6).
 
Gatot menyampaikan, pemerintah terus berkomitmen untuk mengatasi permasalahan inflasi hingga menurunkan angka stunting. Pemerintah pusat menggandeng pemerintah daerah (Pemda) berperan langsung memetakan masalah di lapangan untuk dikaji bersama dan menemukan solusi yang tepat. 
 
"Kita harus konsen terhadap data pemetaan di daerah, karena dengan data itu intervensi-intervensi kebijakan mengelaborasi kolaborasi antar Pemda juga mulai harus dibangun," jelasnya. 
 
Sementara itu, Ketua Dewan Guru Besar Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) UI Bambang Brodjonegoro mengatakan, untuk mengatasi inflasi dirinya sepakat kolaborasi berbagai pihak sangat dibutuhkan. Inflasi terhadap kebutuhan pokok seperti beras misalnya, yang dapat terjadi bukan hanya karena produksi yang menurun, melainkan distribusi yang terganggu. 
 
Bambang menyebutkan, peran Badan Urusan Logistik (Bulog) hingga Kementerian Perdagangan sangat penting. Dengan begitu, produksi beras dan distribusinya dapat berjalan dengan baik sehingga tidak mengganggu stabilitas harga pangan. 
 
"Kalau ada upaya serius dari Pemda untuk mengarahkan yaitu dibantu oleh Bulog, Kementerian Perdagangan supaya berasnya lebih cepat tersebar paling tidak dalam satu wilayah provinsi," ungkap Bambang. 
 
Sejalan dengan itu, Bambang mengatakan, kolaborasi lintas sektor juga sangat diperlukan guna mengupayakan penurunan angka stunting secara efektif dan efisien. Hal ini mengingat dampak stunting yang luas terhadap perkembangan masa depan bangsa. 
 
Oleh karena itu, penyelesaian permasalahan tersebut tidak hanya membutuhkan peran Kementerian Kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan Kementerian Pertanian untuk menghasilkan bahan pangan yang berkualitas bagi masyarakat Indonesia. 
 
 
"Jenis makanannya itu sendiri penting, untuk bisa kita menyediakan gizi yang cukup. Jadi perlu ada keterlibatan Kementerian Pertanian. Nah kebetulan satu lagi karena stunting itu sangat terkait dengan kandungan gizi dalam makanan yang kita tanam dan kita panen," urainya. (*)
 
 
 

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore