Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Mei 2024 | 13.44 WIB

Ambisi CEO OpenAI Sam Altman, Ingin Fungsi GPT-5 Setara dengan Otak Manusia

CEO OpenAI Sam Altman - Image

CEO OpenAI Sam Altman

JawaPos.com - CEO OpenAI Sam Altman mengungkap lanskap kecerdasan buatan atau Artificial Intteligence (AI) yang terus berkembang. AI akan berdampak besar terhadap interaksi manusia dan bidang pemrograman.

Dilansir via ITHome, Altman mengatakan kebangkitan AI akan membuat orang mendambakan hubungan antarmanusia. Dia yakin bidang pemrograman akan menjadi yang “paling menjanjikan” dalam 12 bulan ke depan.

Altman juga percaya GPT-5 dapat berfungsi seperti otak manusia, tetapi secara virtual. Tujuannya untuk membantu pengguna menangani berbagai tugas. “Mungkinkah ada model dasar seperti 'otak virtual' yang mungkin menunjukkan kemampuan 'berpikir' lebih dalam dalam beberapa kasus?" Sam Altman dalam wawancara eksklusif baru-baru ini dengan Logan Bartlett, seorang direktur dan Manajer Umum perusahaan modal ventura Silicon Valley Redpoint, baru-baru ini.

Wawancara itu membahas seluk-beluk GPT-4 yang baru dirilis dan mengisyaratkan rencana masa depan GPT-5.

Altman menegaskan, kemunculan GPT-4 bukanlah keputusan yang terburu-buru melainkan puncak dari kemajuan teknologi dan penelitian selama bertahun-tahun. Perjalanan OpenAI melibatkan eksplorasi ekstensif model audio dan video berukuran besar, menyempurnakan metode pelatihan, dan meningkatkan efisiensi integrasi model.

Pendekatan yang cermat ini menggarisbawahi komitmen OpenAI untuk mendorong batas-batas kemampuan AI melalui inovasi dan penyempurnaan yang berkelanjutan. Diskusi Altman tentang GPT-5 juga mengisyaratkan perubahan paradigma dalam fungsi AI. Hal ini menunjukkan bahwa ia dapat beroperasi sebagai “otak virtual” untuk membantu pengguna dalam berbagai tugas.

Berbeda dengan pendahulunya, GPT-5 diharapkan menawarkan pengalaman unik dan transformatif, yang berpotensi mendefinisikan ulang pemahaman konvensional tentang model AI. Antisipasi Altman terhadap fitur khas GPT-5 menandakan perubahan signifikan dari konvensi penamaan tradisional, dan mengisyaratkan lompatan revolusioner dalam teknologi AI.

Ketika ditanya informasi lebih lanjut tentang GPT-5, Altman mengatakan bahwa ketika produk tersebut dirilis, mungkin akan disebut lain, dan akan menjadi “sangat istimewa” dan fungsinya akan sangat berbeda dari (produk) saat ini.

“Misalnya dari GPT-1 hingga GPT-4, nama dan fungsinya relatif tradisional. Ketika GPT-5 benar-benar dirilis, namanya mungkin berubah," lanjut Altman.

Konsep otak virtual menunjukkan tingkat kecanggihan kognitif dan kemampuan beradaptasi yang melampaui model AI konvensional. Hal ini mengisyaratkan masa depan di mana AI berintegrasi secara mulus ke dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Ini juga akan menawarkan dukungan dan fungsionalitas yang tak tertandingi.

Refleksi Altman tentang kebangkitan kecerdasan buatan menggarisbawahi wawasan mendalam tentang jiwa manusia. Hal ini menunjukkan bahwa seiring dengan kemajuan AI, individu juga akan semakin mendambakan hubungan antarmanusia yang sejati.

Pengamatan ini juga menyoroti interaksi yang rumit antara teknologi dan emosi manusia. Hal ini mengisyaratkan masa depan di mana pencarian interaksi manusia yang otentik menjadi hal yang terpenting dalam menghadapi kemajuan teknologi.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore