
Penyaluran bansos sembako dan PKH diterima sejumlah KPM.
JawaPos.com–PT Pos Indonesia (Persero) atau Pos IND telah memulai penyaluran bantuan sosial (bansos) sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 2 dari Kementerian Sosial. Penyaluran tahap 2 itu merupakan periode penyaluran April, Mei, dan Juni.
Salah satu penyaluran bansos sembako dan PKH dilakukan Pos IND di wilayah Bali pada 2 Mei. Sebanyak 44.400 KPM menerima bansos sembako dan PKH di Pulau Dewata.
”Di wilayah Bali, kami menyalurkan untuk 44.400 KPM tahap 2 bansos sembako dan PKH. Kami sudah menyalurkan 23 ribu atau kurang lebih 53 persen. Kami baru mendapatkan alokasi baru. Pada 2 Mei, kami ada penjadwalan penyaluran di beberapa titik baik di kantor pos maupun di desa-desa,” kata Executive General Manager Kantor Pos KCU Denpasar Arya Febriyanto.
PT Pos Indonesia salurkan bansos sembako dan PKH tahap 2 dari Kemensos untuk wilayah Bali, periode April, Mei, dan Juni.
Arya menjelaskan timnya terus mengupayakan penyaluran bansos sembako dan PKH tahap 2 agar selesai tepat waktu. Dia juga memastikan bantuan tiba tepat sasaran dan tepat jumlah.
”Tantangannya, untuk mengelola penyaluran bansos di Bali ini kami menginformasikan kepada seluruh KPM agar segera mencairkan bansos di waktu yang sudah ditentukan. Pada saat kami menyalurkan sembako dan PKH, kami berkoordinasi dengan Dinsos dan pemda setempat agar kami bisa menyalurkan secara tepat dan sesuai waktu yang sudah ditentukan Kementerian Sosial,” ucap Arya.
Pos IND menerapkan tiga metode penyaluran. Yakni dibagikan di kantor pos, komunitas, dan diantarkan langsung ke rumah KPM (door to door) khusus untuk mereka yang sedang sakit, lansia, maupun disabilitas.
Kepada setiap KPM yang akan mencairkan bansos, diwajibkan menunjukkan identitas berupa KTP atau kartu keluarga (KK) jika pengambilan bansos diwakilkan. Bansos sembako dan PKH hanya boleh diwakilkan kepada keluarga di KK yang sama.
”Pada saat penyaluran kami selalu menginformasikan kepada KPM tentang tata cara pencairan bantuan, yaitu membawa KTP atau KK jika pengambilan diwakilkan, juga membawa surat undangan/surat pemberitahuan dari kami,” tutur Arya Febriyanto.
Penyaluran bansos sembako dan PKH tahap 2 telah diterima sejumlah KPM di Bali. Salah satunya, Iman. Pria paro baya itu senang mendapatkan bantuan berupa uang tunai dari Kementerian Sosial yang disalurkan Pos IND.
”Saya senang bisa menerima bantuan ini. Uang bantuan akan digunakan untuk membeli beras,” kata Iman.
Lebih lanjut Iman mengatakan, dibandingkan bantuan berupa beras atau sembako, dia lebih memilih bantuan berupa uang tunai karena bisa dibelanjakan sesuai kebutuhan keluarga.
”Kalau disuruh pilih terima bantuan uang atau barang, saya lebih senang terima dalam bentuk uang tunai,” ujar Iman.
KPM lain, Putu Pastiasih, juga tak kalah semringah. Dia gembira dan bersyukur pemerintah menunjukkan kepedulian dengan memberikan bantuan uang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
