Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Mei 2024 | 20.04 WIB

Pakai Visa Wisatawan Berisiko Dideportasi, Gus Imin: Jangan Tergiur Visa Nonhaji

Wakil Ketua DPR Bidang Kokesra Muhaimin Iskandar - Image

Wakil Ketua DPR Bidang Kokesra Muhaimin Iskandar

JawaPos.com – Maraknya tawaran berangkat haji dengan visa nonhaji mengundang atensi Wakil Ketua DPR Bidang Kokesra Muhaimin Iskandar. Menurut Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin Iskandar, modusnya mulai visa petugas haji, visa ummal, visa ziarah, hingga multipel.

Dia meminta calon jemaah agar tidak mudah tergocek. ’’Hati-hati terhadap tawaran berangkat dengan visa nonhaji. Saat ini kuota haji Indonesia sudah terpenuhi. Jemaah jangan tergiur hingga tertipu,” ungkapnya.

Gus Imin mengingatkan masyarakat untuk tidak terbujuk iming-iming dari pihak travel agent untuk berhaji dengan visa furoda. Sebab, visa furoda harus melalui prosedur yang panjang, tidak bisa cepat. ”Pemerintah harus tindak tegas oknum travel yang dengan jelas merugikan masyarakat,” ucapnya.

Korban janji visa furoda, kata Gus Imin, sudah banyak. Para calon jemaah harus transit dulu di Riyadh untuk kemudian dibawa ke Jeddah menggunakan bus. Mereka kejar-kejaran dengan pihak imigrasi Arab Saudi karena berangkat menggunakan visa wisatawan.

Baca Juga: Suhu di Arab Saudi Mencapai 40 Derajat, Begini Permintaan Menag Yaqut kepada Para Jemaah Calon Haji

’’Jika menggunakan visa wisatawan, tidak bisa langsung ke Jeddah, tetapi harus melalui Riyadh dulu. Sebab, jika sampai ketahuan otoritas Saudi, bisa langsung dideportasi,” jelas Gus Imin.

Ada pula calon jemaah yang ditelantarkan pihak travel di Arab Saudi sehingga mereka tidak bisa pulang. Gus Imin pernah bertemu dengan korban yang kesulitan mendapatkan tiket pulang. ’’Padahal, visa hanya cukup untuk 30 hari dan dikhawatirkan akan overstay,” tuturnya.

DPR bersama pemerintah sedang berupaya melobi pemerintah Arab Saudi agar kuota haji Indonesia bisa ditambah. ’’Nanti pasti ada konsekuensinya, terutama perbaikan pelayanan di berbagai area selama di Arab Saudi maupun tanah air,” ujarnya.

Photo



Tahun ini Indonesia memberangkatkan 241 ribu jemaah. Angka itu terdiri atas 213.320 kuota jemaah haji reguler, sedangkan sisanya jemaah haji khusus.Kloter pertama jemaah haji reguler akan berangkat ke Tanah Suci pada 12 Mei, sedangkan jemaah haji khusus diterbangkan mulai 23 Mei.

Baca Juga: Sekarang Lebih Mudah! Pegadaian Syariah Luncurkan Pembiayaan Porsi Haji Plus untuk Perjalanan Haji yang Lebih Terencana

Bagi jemaah yang akan berangkat, Gus Imin mengimbau mereka menjaga kesehatan menjelang keberangkatan.Apalagi, tahun ini ada sekitar 45 ribu jemaah haji reguler yang merupakan lansia. Berdasar laporan Kemenag ke DPR, kolesterol tinggi menjadi penyakit penyerta terbanyak calon jemaah haji 2024. Urutan berikutnya ditempati hipertensi dan diabetes melitus. (c12/ran)

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore