
Kamaruddin Amin
JawaPos.com - Banjir bandang melanda wilayah Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Jumat (3/5). Salah satu kawasan yang sangat terdampak adalah Kecamatan Pitumpanua. Banji tersebut selain mengakibatkan satu orang meninggal dunia juga memutus akses warga setempat. Karena, jalan poros Wajo-Palopo lumpuh total.
Kantor Urusan Agama (KUA) Pitumpanua tidak luput dari banjir tersebut. Dokumen-dokumen penting dan peralatan kantor terendam. Hal itu menghambat pelayanan kepada masyarakat.
Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan, meminta Kakanwil Kemenag Sulsel untuk membantu menindaklanjuti KUA yang terdampak tersebut. Di antaranya merapikan kondisi gedung KUA yang terdampak, pemulihan data, dan mengganti stok buku nikah yang rusak karena banjir.
“Pengalokasian kembali stok buku nikah segera dilakukan setelah menerima laporan kebutuhan dari daerah terdampak. Hal ini penting mengingat bulan Zulkaidah-Zulhijah merupakan periode dengan tingginya permintaan layanan nikah,” ujar Kamaruddin kepada wartawan pada Senin (6/5).
Dia menyebut, perbaikan gedung dan pemulihan data yang rusak menggunakan alokasi anggaran. “Langkah ini diambil sebagai respons atas dampak bencana alam yang telah dialami,” imbuhnya.
Terpisah, Kakanwil Kemenag Sulsel Muhammad Tonang mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kemenag Wajo untuk segera melakukan pendataan barang milik negara, khususnya dokumen negara pencatatan nikah di KUA Pitumpanua. “Selanjutnya, langkah mitigasi banjir susulan juga diharapkan segera dilakukan,” pintanya.
Sementara itu, Kepala KUA Pitumpanua Ambo Lahang melaporkan, ketinggian air yang mencapai kurang lebih satu meter. Banjir itu telah menenggelamkan infrastruktur penting yang mendukung pelayanan publik.
“Kerugian diperkirakan mencapai Rp 25 juta lebih, termasuk infrastruktur pendukung layanan di antaranya kursi, meja, pagar, dan sebagainya. Selain itu, sejumlah dokumen penting juga rusak, termasuk buku nikah,” ujar Ambo Lahang.
Dia mengungkapkan, sebelunya pihak KUA telah mendapat imbauan dari kepala UPT Irigasi tentang potensi banjir yang akan melanda Kabupaten Wajo sebagai dampak lanjutan dari banjir yang telah menghantam Kabupaten Luwu.
“Kami telah mendapat imbauan dari kepala UPT Irigasi untuk bersiap menghadapi banjir dari Kabupaten Luwu yang diperkirakan akan berdampak juga ke Kabupaten Wajo,” ungkapnya.
Ia mengklaim bahwa pihaknya berhasil menyelamatkan beberapa dokumen penting, termasuk buku nikah dan Akta Ikrar Wakaf. Pihaknya berkomitmen agar pelayanan publik di KUA Pitumpanua dapat beroperasi kembali pada hari ini.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
