
Ilustrasi wanita yang mengalami stres menunjukkan dia perlu mengurangi kelonggaran terhadap dirinya sendiri (freepik/jcomp)
JawaPos.com – Membahas mengenai pengembangan diri tentu sangat seru dan menarik terlebih jika dalam diri ada dorongan kuat untuk keluar dari zona nyaman.
Namun tak sedikit orang justru salah memahami tentang pengembangan diri tersebut. Sebagian dari mereka justru terjebak dalam lingkaran pusaran perfeksionisme dan standar yang tinggi.
Bahkan mereka memiliki keyakinan sendiri bahwa segala sesuatu yang kurang sempurna dapat diterima dan tiba-tiba mereka berperilaku seperti musuh diri mereka sendiri.
Sehingga mereka terlalu berusaha keras terhadap dirinya sendiri hingga memberikan dirinya menghadapi tugas-tugas yang tiada henti tanpa memikirkan kesehatan fisik dan mentalnya.
Apakah Anda juga pernah terjebak dalam pola ini? Jika iya, maka bisa menjadi tanda Anda harus mengurangi waktu luang Anda.
Dilansir dari laman The Vessel, terdapat beberapa tanda yang menunjukkan Anda harus benar-benar mengurangi waktu luang Anda diantaranya :
1. Pembicaraan diri Anda sebagian besar menjadi negatif
Apabila Anda memiliki sikap awal yang selalu bersemangat dan baik pada diri sendiri kemudian seiring berjalannya waktu perlahan-perlahan berubah menjadi orang yang sangat kritis dengan diri Anda sendiri maka hal ini bisa menjadi tanda Anda harus mengurangi waktu luang.
Hal ini juga merupakan salah satu bentuk sabotase diri yang menunjukkan bahwa semakin Anda mengkritik diri sendiri maka semakin Anda terhambat dalam hidup hingga menimbulkan keputusasaan yang lebih besar lagi.
Ketika Anda sering melakukan pembicaraan negatif pada diri sendiri maka Anda cenderung lebih stress.
2. Anda mengabaikan kemenangan Anda
Tanda kedua yang menunjukkan Anda harus mengurangi waktu luang adalah Anda sering mengabaikan kemenangan Anda karena Anda terlalu fokus pada apa yang belum Anda lakukan.
Anda selalu melihat segala sesuatu yang belum Anda capai sehingga Anda gagal memperhitungkan peningkatan yang telah Anda buat, kemenangan kecil dan keterampilan baru yang Anda peroleh.
Hal ini dikenal sebagai bias negatif. Artinya otak manusia cenderung lebih mengingat hal-hal negatif daripada hal yang positif.
3. Terus-menerus membandingkan diri Anda dengan orang lain

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
