Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 April 2024 | 17.47 WIB

Cara Memasak Sayuran yang Baik untuk Diet dari Ahli Gizi Unesa Surabaya, Simak Lebih Lanjut Penjelasannya!

Cara memasak sayuran untuk diet dari Ahli Gizi Unesa./Pexels/Michael Burrows - Image

Cara memasak sayuran untuk diet dari Ahli Gizi Unesa./Pexels/Michael Burrows

JawaPos.com - Mengonsumsi sayuran dengan cara memasaknya dalam program diet adalah salah satu cara yang dapat dilakukan.

Namun, perlu diperhatikan juga dalam program diet adalah bagaimana memasak sayuran yang benar agar nutrisi di dalamnya tetap terjaga.

Ahli Gizi Universitas Negeri Surabaya membagikan cara memasak sayuran yang baik, khususnya dalam kontek program diet.

Sebelum itu, guru besar Unesa Surabaya ini memberikan penjelasan mengenai apa yang dimaksud dengan sayur dan apa yang dimaksud dengan sayuran.

“Jadi kita harus membedakan pengertian sayur dengan sayuran. Sayur itu adalah yang sudah diolah. Kalau sayuran itu adalah dalam keadaan mentah,” tutur Rita Ismawati yang dikutip dari YouTube Kece Media by Unesa pada Senin (22/4).

Ia juga memberikan beberapa contoh untuk dapat lebih mudah memahami apa yang dimaksud dengan sayur, dan apa yang dimaksud dengan sayuran.

“Jadi, bayam, kemudian selada, kemudian wortel itu adalah sayuran. Kalau sayur itu adalah lodeh, kemudian sop sayur asem, itu masuk sayur,” lanjutnya.

Beberapa sayuran dapat dikonsumsi mentah

Pada dasarnya, sayuran lebih baik dan lebih sehat dikonsumsi dalam kondisi mentah, alias belum diolah.

Namun, dalam beberapa kasus, tak semua sayuran dapat dimakan dalam kondisi yang belum dimasak.

“Prinsipnya itu sebetulnya yang bagus sayuran dikonsumsi dalam keadaan mentah. Tapi kan tidak semua sayuran itu bisa dikonsumsi dalam keadaan mentah,” jelas dosen kelahiran Lamongan tersebut.

Ia juga memberikan beberapa permisalan sayuran yang dapat dikonsumsi secara mentah dan sayuran yang dikonsumsi dalam kondisi telah diolah.

“Misalnya, selada itu orang terbiasa makan selada dalam keadaan mentah. Justru tidak bagus kalau kemudian selada diolah,” terangnya.

“Tapi kan orang tidak mungkin makan bayam (mentah), meskipun bayam itu kandungan zat besi atau efeknya tinggi. Tapi kan nggak terbiasa kemudian orang dimakan pakai kulupan bayam, tetap harus direbus,” lanjutnya.

Cara memasak sayuran

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore