
Arahan Ngobrol asyik (Ngobras) secara virtual volume 8 pada Selasa (19/3).
JawaPos.com–Padi organik bisa menjadi salah satu alternatif untuk memenuhi ketersediaan pangan di tengah krisis pangan dunia akibat dampak perubahan iklim.
“Dunia sekarang sedang menghadapi krisis pangan. Penting bagi kita untuk terus berkomitmen menjaga pasokan komoditas strategis agar tidak terjadi pergolakan harga dan stok di pasaran,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Amran mengatakan, berbagai upaya harus dilakukan untuk menanggulangi krisis pangan salah satunya menjadikan komoditas padi organik sebagai alternatif lain. Petani mengakui mendapatkan keuntungan lebih saat menanam padi organik. Selain hemat biaya produksi juga diminati pasar nasional bahkan internasional.
Sementara itu, pada arahan Ngobrol asyik (Ngobras) volume 8 pada Selasa (19/3), secara virtual di AOR BPPSDMP, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi mengatakan, dampak perubahan iklim bisa berupa kekeringan dan banjir.
“Dampak lain dari perubahan iklim serangan hama penyakit, dengan tingginya permukaan air laut emisi rumah kaca menyebabkan suhu meningkat dan seluruh ekosistem ternganggu,” ujar Dedi Nursyamsi.
Menurut Dedi, semua harus beradaptasi dan melakukan tindakan mitigasi. Bagaimana menghasilkan padi dengan adanya perubahan iklim melalui tanah yang diperbaiki dan disehatkan dengan mengomsusmi pupuk organik, hayati, dan pestisida nabati, maksimalkan organik di sekitar dan gunakan pupuk seperlunya.
Narasumber Ngobras, Lalu Muhamad Zarwazi, analis Standardisasi Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Padi menjelaskan, Indonesia merupakan negara konsumen beras terbesar ke-4 di dunia.
“Adapun tantangan peningkatan produksi padi yaitu Perubahan iklim global, pemilihan teknik budi daya yang kurang tepat, dan penurunan kualitas tanah,” jelas Lalu Muhamad Zarwazi.
Lalu Muhamad Zarwazi menambahkan, strategi peningkatan produksi yaitu pengelolaan tanaman terpadu (PTT), peningkatan IP padi 200, 300, dan 400, optimalisasi populasi tanaman-jajar legowo, teknologi jajar legowo super, teknologi ratun salibu, tumpang sari padi-tanaman hutan/perkebunan.
“Adapun faktor kunci keberhasilan produksi padi yaitu varietas baru/unggul, pengairan, pupuk, PHT & budi daya lainnya,” tutur imbuh Lalu Muhamad Zarwazi.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
