
Ilustrasi ibadah Haji.
2 Ribu Orang Dinyatakan Tidak Istitaah Kesehatan
JawaPos.com – Isu kesehatan menjadi atensi dalam penyelenggaraan ibadah haji 2024. Hal itu tidak terlepas dari kondisi calon jemaah haji (CJH) Indonesia yang bakal berangkat ke Tanah Suci.
Berdasar data Siskohat Kesehatan Kementerian Agama (Kemenag) RI, dari 200.362 CJH yang telah menjalani pemeriksaan, 76 persen masuk kategori risiko tinggi. Temuan itu merata. Hampir di semua daerah, mayoritas CJH-nya memiliki risiko tinggi kesehatan.
Berdasar data tersebut, jenis penyakit yang paling banyak diderita para CJH adalah dislipidemia alias kelainan pada lemak dalam darah. Total ada 73.517 jemaah atau sekitar 34 persen. Gangguan itu tak bisa diremehkan karena dapat memicu sejumlah penyakit berat. Mulai stroke hingga penyumbatan aliran darah.
Empat jenis penyakit lain yang paling banyak diidap para CJH juga tidak ringan. Mulai hipertensi, diabetes, jantung, hingga penyakit hati.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Lilik Mahendro Susilo menyebutkan, kondisi itu tak terlepas dari komposisi CJH Indonesia yang masih banyak diisi para lanjut usia (lansia). ”Karena itu, ada beberapa kebijakan baru yang kami terapkan pada masa haji tahun ini,” katanya kemarin (24/3).
Salah satu kebijakan tersebut adalah istitaah kesehatan. Yakni, memeriksa kemampuan CJH dari segi kesehatan. Jika mampu secara jasmani, CJH tersebut boleh diberangkatkan.
Data terakhir, dari 200 ribu lebih CJH yang diperiksa, sebanyak 2.129 calon jemaah dinyatakan tidak istitaah kesehatan. Sehingga, mereka berpotensi tidak lolos untuk berangkat ke Tanah Suci.
Lantas, bagaimana dengan jemaah lain yang masuk kategori risiko tinggi? Lilik mengatakan, mereka dinyatakan masih masuk kategori istitaah kesehatan. ”Kondisi mereka akan terus dipantau tim kesehatan di semua tingkatan,” jelasnya.
Selain itu, kata Lilik, Pusat Kesehatan Haji memberlakukan kebijakan baru lainnya. Di antaranya, pemasangan kode deteksi kesehatan para CJH.
Sementara itu, Kemenag dan Pusat Kesehatan Haji Kemenkes membuat kebijakan khusus bagi calon jemaah haji (CJH) tahun 2024 di wilayah Jatim dan Jateng. Seluruh CJH di dua provinsi itu wajib menjalani vaksinasi polio. Sekaligus tetap divaksin meningitis seperti yang sudah berjalan selama ini.
Kebijakan baru tersebut tidak lepas dari temuan persebaran kasus polio di dua provinsi itu. ”Hanya untuk jemaah di Jatim dan Jateng saja. Yang lain tidak,” ungkap Lilik.
Sebelumnya, Kemenkes menemukan kasus positif polio di dua daerah di Jatim serta satu daerah di Jateng. ”Untuk kasusnya sudah selesai. Jadi, vaksinasi ini untuk mencegah potensi penularan kepada para jemaah haji,” jelasnya.
Di luar dua vaksinasi itu, sebenarnya ada sejumlah vaksinasi tambahan yang diperlukan para jemaah haji. Contohnya pneumonia. Namun, Kemenkes tidak memberlakukannya. Sebab, penyakit itu masih bisa diantisipasi dengan cara lain. ’’Kami juga akan menambah stok obat selama musim haji,’’ katanya.
Pada bagian lain, Kemenag RI memberlakukan aturan baru perihal pelaksanaan pembayaran dam (denda) oleh para jemaah haji karena melanggar ketentuan haji. Selama ini dam para jemaah yang mayoritas berupa kambing didistribusikan kepada orang tak mampu di Arab Saudi, tapi mulai tahun ini akan dikirim ke Indonesia untuk diserahkan kepada yang berhak menerimanya.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
