
ILUSTRASI
JawaPos.com - Kabar bakal beroperasinya perguruan tinggi asing (PTA) di Indonesia semakin santer. Informasi terbaru, Stanford University bakal mendirikan perwakilan di Ibu Kota Nusantara (IKN). Meski bukan berupa kampus pembelajaran, rencana itu menuai banyak respons.
Pengamat pendidikan Doni Koesoema mengatakan, secara regulasi, yakni merujuk UU Pendidikan Tinggi, kampus asing boleh membuka cabangnya di Indonesia. ”Tetapi, banyak syaratnya. Tidak asal berdiri begitu saja,” kata Doni tadi malam (10/3).
Salah satu syarat bagi PTA membuka cabang di Indonesia adalah kampus tersebut wajib terakreditasi A di negara asalnya. Kemudian, lokasi pendiriannya tidak bisa asal-asalan. Doni mengatakan, PTA bisa berdiri di kawasan khusus seperti Batam atau kawasan ekonomi khusus (KEK) lainnya.
Menurut dia, Jakarta dan sekitarnya bukan bagian dari kawasan khusus. Karena itu, dia merasa janggal kalau ada kampus asing yang diberi izin beroperasi di Jakarta dan sekitarnya. ”Jangan-jangan hanya mencari pasar mahasiswa kelas menengah ke atas,” tuturnya.
Doni menambahkan, tidak sedikit masyarakat kelas menengah ke atas lebih suka kuliah di kampus asing yang ada di Indonesia. Alasannya, mereka tidak perlu mengeluarkan biaya hidup besar karena tidak harus tinggal di negara asal kampus tersebut.
Dia menegaskan, yang terpenting bagi PTA yang ingin mendirikan kampus di Indonesia, termasuk di IKN, harus sekaligus membawa iklim akademiknya. ”Tidak sekadar membuka ruangan kelas, terus kuliah,” tuturnya. Tetapi, kelengkapan lain seperti perpustakaan dan laboratorium yang setara seperti di kampus pusatnya juga harus dihadirkan di Indonesia. Dengan begitu, iklim akademik di kampus utamanya bisa ikut dibawa ke Indonesia.
Belum ada keterangan resmi dari Kemendikbudristek soal kepastian Stanford University tersebut. Sebelumnya, Ditjen Diktiristek Kemendikbudristek memang menyampaikan ada beberapa kampus asing yang berancang-ancang membuka cabang di Indonesia. Di antaranya, Deakin University dan Lancaster University akan membuka kampus di Bandung. Kemudian, Western Sydney University, King’s Collage London, dan Georgetown University akan membuka kampus di Surabaya. Lalu, Curtin University dan Manchester University akan membuka kampus di Bali. Ada satu lagi kampus bersifat global yang beroperasi di IKN, tetapi belum jelas namanya.
Terpisah, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto membenarkan rencana pembangunan kampus Stanford University di IKN. Kehadiran salah satu kampus bergengsi dunia itu disebut Airlangga sebagai upaya pemerintah RI mendorong kualitas pendidikan di dalam negeri. ”Waktu Pak Presiden (Jokowi) ke Amerika, Stanford University juga akan masuk ke Indonesia, termasuk di IKN. Lalu, kemarin dengan Central Queensland University (Australia),’’ ujarnya pada media briefing di Jakarta, Jumat (8/3).
Airlangga menjelaskan, kehadiran salah satu kampus terbaik di dunia itu akan menjadi pelengkap pendidikan di tanah air. Terlebih, rata-rata peringkat kampus di Indonesia hanya mencapai di atas 200 dunia. (wan/dee/c7/fal)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
