
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti saat berbicara dalam kegiatan ISSA Internal Meeting on Sickness Benefits Organized by TC Health, Selasa (19/10). (BPJS Kesehatan for JawaPos.com)
JawaPos.com – Jumlah peserta BPJS Kesehatan hingga akhir tahun lalu mencapai 267 juta orang atau 98 persen dari penduduk Indonesia. Namun, peserta yang menunggak juga tidak sedikit. BPJS Kesehatan berupaya mengatasi hal itu melalui berbagai inovasi.
Data BPJS Kesehatan mencatat, peserta yang menunggak mencapai 15 juta dan nonaktif karena mutasi 38 juta. Sehingga ada 53 juta peserta yang tidak bisa memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan. ”Yang menunggak itu bisa langsung pakai kalau tunggakannya dibayar,” kata Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti.
Dia menyesalkan adanya masyarakat yang tidak pernah mengecek keaktifan kepesertaan. Terutama bagi peserta penerima bantuan iuran (PBI).
Ali menyatakan, dari jumlah tersebut, pihaknya menargetkan 5 juta peserta bisa aktif kembali tahun ini. Ada berbagai inovasi yang dilakukan. Salah satunya menyisir dan mengadvokasi peserta yang tidak aktif. Sehingga diharapkan dapat menjadi peserta lagi.
Khusus bagi peserta PBI, BPJS Kesehatan bekerja sama dengan pemda untuk memberi tahu bahwa ada peserta yang sudah tidak aktif. Setiap bulan, kata Ali, pihaknya mendapat info dari Kementerian Kesehatan yang berkoordinasi dengan Kementerian Sosial terkait dengan jumlah peserta yang sudah tidak aktif. Koordinasi itu penting agar pemda bisa membantu menjangkau mereka.
Inovasi melalui teknologi juga dilakukan BPJS Kesehatan. Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan David menambahkan, transformasi digital tidak hanya akan meningkatkan efisiensi administratif, tetapi juga memberikan dampak positif yang lebih besar bagi pelayanan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
”Inovasi yang dibangun BPJS Kesehatan senantiasa berorientasi pada customer journey sehingga akan berdampak langsung pada peserta,” kata David dalam forum ICT 2024 di Bali. (lyn/c6/bay)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
