Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Maret 2024 | 15.30 WIB

Gagal Umrah dan Uang Tak Kunjung Dikembalikan, Belasan Calon Jemaah Bakal Tuntut PT Berkah Zamzam Wisata

Sejumlah calon jamaah umrah asal Kabupaten Banyuwangi, meluruk rumah direktur PT. Berkah Zam-Zam wisata, di Desa Talkandang, Kecamatan/Kota Situbondo, Selasa (5/2). (Humaidi/Radar Situbondo) - Image

Sejumlah calon jamaah umrah asal Kabupaten Banyuwangi, meluruk rumah direktur PT. Berkah Zam-Zam wisata, di Desa Talkandang, Kecamatan/Kota Situbondo, Selasa (5/2). (Humaidi/Radar Situbondo)

JawaPos.com – Sejumlah calon jemaah umrah asal Desa/Kecamatan Rogojampu, Kabupaten Banyuwangi, terus mendesak PT. Berkah Zamzam Wisata agar mengembalikan uang mereka.

Dilansir Radar Banyuwangi (JawaPos Grup), Jumat (8/3), para calon jemaah umrah itu kembali mendatangi rumah direktur PT. Berkah Zamzam Wisata, pada hari Selasa (5/3).

Sayangnya, lagi-lagi usaha mereka tidak membuahkan hasil. Direktur PT. Berkah Zamzam Wisata kembali tidak menepati janji untuk membayar uang pengembalian pendaftaran umrah.

Diketahui, ada sebanyak lima orang dari Kota Gandrung yang mendatangi kediamanan Direktur PT. Berkah Zamzam Wisata. Mereka mewakili 17 calon jamaah umrah lainnya yang gagal berangkat.

“Keuangan yang kami tagih ke PT. Zam-Zam kurang lebih Rp 446 juta. Ya uang ini milik belasan calon jamaah umrah yang gagal diberangkatkan. Lain lagi uang pembayaran calon jamaah haji,” kata Ihsan Ardiyansyah, 27, salah satu jamaah Umrah.

Menurutnya, kedatangan mereka tersebut merupakan langkah tindak lanjut karena pihak biro jasa trafel di Jalan Diponegoro, Kelurahan Dawuhan, Kecamatan /Kota Situbondo itu tidak menepati janji.

Dia menjelaskan, sebelumnya pihak PT sempat berjanji akan mengembalikan uang pendaftaran semua calon jemaah umrah pada tanggal 25 Januari 2024 lalu. Namun, mereka mengingkari perjanjian itu.

“Lima bulan lalu kami sudah datang untuk menagih uang, tapi tidak berhasil. Saat itu hanya dijanjikan akan bayar Bulan Januari, tapi ini sudah telat dua bulan dari perjanjian tetap tidak bayar. Makanya kami datang lagi, diberi janji lagi. Dia (pihak PT. Berkah Zamzam Wisata) bilang tidak punya uang,” ujarnya.

Bukan hanya rugi karena uang pengembalian tak kunjung diberikan, Ihsan juga mengaku, proses ini membuat dirinya rugi karena harus bolak-balik dari Banyuwangi ke Situbondo

“Bolak balik dari Banyuwangi ke sini (Situbondo) butuh uang transport dan uang makan, tapi tiap kali datang selalu dikecewakan,” kata Ihsan.

Merasa tak tahan lagi dengan sikap PT yang tidak kooperatif, Ihsan menyebut dirinya akan menempuh jalur hukum. Dia khawatir uang ratusan juta dari belasan korban hangus begitu saja. 

Untuk melakukan langkah tersebut, dia akan berkoordinasi dengan semua jemaah untuk melaporkan PT. Berkah Zamzam Wisata ke Mapolres Situbondo.

“Saya datang ke Polres untuk bertemu dengan pengacara, kami ingin ada pengacara yang mendampingi untuk mengusut tuntas kasus ini. Selanjutnya tinggal melengkapi berkas dan resmi melaporkan,”  tegasnya.

Sementara itu, hingga berita ini terbit, Direktur Utama PT. Berkah Zamzam Wisata Agustin Eka Trisanti, masih belum bisa dihubungi.

Dihubungi lewat fitur chat  WhatshApp pun tidak dibaca. Padahal sudah centang dua. Ditelepon juga sama saja tidak diangkat.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore