Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Maret 2024 | 14.05 WIB

Rawan Terjadi Kecelakaan, Polri Imbau Masyarakat Tak Mudik Menggunakan Sepeda Motor

Kepala Korlantas Polri Irjen Polisi Aan Suhanan (tengah) saat memberikan keterangan setelah Rakor Lintas Sektor Pengaturan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2024 di Jakarta, pada Selasa (5/3). - Image

Kepala Korlantas Polri Irjen Polisi Aan Suhanan (tengah) saat memberikan keterangan setelah Rakor Lintas Sektor Pengaturan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2024 di Jakarta, pada Selasa (5/3).

JawaPos.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menghimbau masyarakat agar tidak mudik ke kampung halaman dengan menggunakan sepeda motor di musim Lebaran 2024 mendatang.

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Polisi Aan Suhanan menyebut, pihaknya tidak melarang, tetapi mengimbau agar masyarakat tidak mudik dengan roda dua.

Hal tersebut disampaikannya setelah menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Persiapan Pengaturan Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran 2024 di Jakarta, pada hari Selasa (5/3) kemarin.

Menurutnya, imbauan tersebut disampaikan untuk menjaga keselamatan masyarakat sendiri dalam musim Lebaran 2024.

“Untuk sepeda motor itu kami tidak melarang, artinya tidak melarang tetapi mengimbau,” ujarnya seperti dilansir dari Antara pada Rabu (6/3).

Ia menjelaskan bahwa mudik menggunakan sepeda motor rawan menimbulkan kecelakaan. Apalagi jika pemudik membawa barang dalam jumlah yang banyak di motornya.

Karena tak jarang, pemudik akan memodifikasi motornya agar bisa mengangkut banyak barang.

“Melihat angka kecelakaan lalu lintas yang ada, sekitar 73 persen sepeda motor menjadi korban atau terlibat kecelakaan lalu lintas,” kata dia.

Maka, berdasarkan data tersebut, Polri mengimbau masyarakat yang akan mudik agar sebaiknya tidak menggunakan sepeda motor. Sebab, akan berpotensi terjadi kecelakaan lalu lintas.

Lalu untuk mengakomodasi masyarakat yang tidak mudik menggunakan motor, ia menyarankan agar masyarakat mudik dengan menggunakan transportasi umum yang telah disediakan oleh pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Atau mengikuti program mudik gratis yang  disediakan oleh BUMN dan swasta.

“Itu salah satu upaya untuk mengurangi masyarakat yang akan mudik menggunakan sepeda motor,” ucapnya.

Namun, apabila masih ada masyarakat yang ingin mudik menggunakan sepeda motor Aan mengatakan pemudik itu harus memperhatikan kondisi kendaraan dan kondisi fisiknya. Apakah sudah dipastikan siap untuk melakukan mudik dengan sepeda motor.

“Pastikan sepeda motor itu sehat, yang kedua manusianya juga harus sehat. Kemudian yang ketiga, perlengkapan seperti helm, sepatu, dan jaket,” imbuhnya.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore