
Warga menggunakan hak pilihnya saat mengikuti pemungutan suara ulang (PSU) Pemilu 2024 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 43, Kelurahan Menteng, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (24/2/2024).
JawaPos.com – Penggunaan isu politik identitas sempat menjadi kekhawatiran menyambut pelaksanaan Pemilu 2024. Namun, dari pantauan Kementerian Agama (Kemenag), kekhawatiran itu tidak terjadi. Baik dalam pelaksanaan pemilihan presiden maupun pemilihan legislatif.
”Tidak ada hal signifikan. Politik identitas tidak terjadi,” kata Staf Khusus Menteri Agama Wibowo Prasetyo di sela paparan persiapan Rakornas Penguatan Moderasi Beragama Balitbangdiklat Kemenag di Jakarta kemarin (4/3).
Dia menjelaskan, sejak jauh-jauh hari Kemenag menyusun strategi untuk mencegah adanya politik identitas dalam Pemilu 2024. Menag Yaqut Cholil Qoumas mengeluarkan imbauan, kemudian diikuti dengan keluarnya surat edaran berisi imbauan dari Ditjen Bimas Islam dan bimas-bimas agama lainnya.
Wibowo mencontohkan, menjelang hari pencoblosan, Ditjen Bimas Islam Kemenag mengeluarkan surat edaran terkait dengan pesan-pesan yang disampaikan dalam salat Jumat terakhir menjelang Pemilu 2024. Salah satu pesannya adalah materi khotbah membawa pesan yang menyejukkan.
Langkah Ditjen Bimas Islam Kemenag itu juga diikuti Ditjen Bimas agama lainnya di Kemenag. Tujuan utamanya adalah mendorong pesta demokrasi berjalan aman dan meminimalkan adanya penggunaan politik identitas. Sampai akhirnya, masyarakat kali ini disuguhi adu gagasan dari semua kontestan.
Wibowo mengakui, dinamika-dinamika dalam pemilu tentu ada, tetapi tidak seperti Pemilu 2019. Pada saat itu politik identitas begitu kental.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Balitbangdiklat Kemenag Suyitno menceritakan, sejak 2022 pihaknya diwanti-wanti Menag Yaqut untuk menyusun strategi melawan politik identitas. ”Kemudian pada 2023 kami membuat outlook. Salah satu kata kuncinya adalah bagaimana menekan (potensi) politik identitas,” katanya.
Balitbangdiklat Kemenag kemudian menyusun pemetaan potensi politik identitas berupa isu agama ditunggangi kepentingan politik praktis. (wan/c7/ttg)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
