
Burung Jalak Reo-Reo yang diselundupkan bersama ratusan burung lainnya./Radar Surabaya
JawaPos.com - Penyelundupan satwa antarpulau masih terjadi melalui jalur laut. Menurut keterangan dari Priyadi, yang merupakan Ketua Tim Kerja Penegakan Hukum Karantina Jawa Timur, pada hari Selasa (27/2).
Dikutip dari Radar Surabaya (JawaPos Grup) Selasa (27/2), Pejabat dari Karantina Hewan Satuan Pelaksana Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, berhasil mencegah masuknya 193 burung yang dikirimkan melalui Pelabuhan Makassar menuju Pelabuhan Tanjung Perak.
Priyadi menyatakan bahwa dari total 193 ekor burung yang berhasil dicegah, tidak satu pun dilengkapi dengan Sertifikat Kesehatan Hewan dari daerah asalnya.
"Dari 193 ekor burung yang diamankan tidak dilengkapi oleh Sertifikat Kesehatan hewan dari daerah asal," ungkap Priyadi, Ketua Tim Kerja Penegakan Hukum Karantina Jatim, Selasa (27/2).
Para penyelundup menyimpan burung-burung tersebut di dalam keranjang kayu, kemudian menyembunyikan keranjang kayu tersebut di kabin belakang sopir truk dan rangka truk untuk mengelabui petugas.
Jumlah burung yang diamankan termasuk 16 ekor burung perkici kuning gelap, 12 ekor burung tuwu, 35 ekor burung gagak, 50 ekor burung pleci, dan 80 ekor burung reo-reo.
Menurut Kepala Karantina Jawa Timur, Muhlis Natsir, upaya mencegah peredaran satwa burung secara ilegal ini berhasil berkat kerjasama dan keterlibatan aktif dari pihak terkait di area perbatasan pelabuhan. Muhlis mengapresiasi kerja sama yang solid dari pejabat karantina di lapangan.
"Saya apresiasi sinergitas pejabat karantina di lapangan," kata Muhlis.
Saat ini, burung-burung tersebut telah diamankan di Instalasi Karantina Hewan Tanjung Perak untuk menjalani pemeriksaan laboratorium guna memastikan apakah bebas dari penyakit.
Muhlis berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya melaporkan pengiriman satwa termasuk burung kepada pihak karantina.
"Saya berharap masyarakat semakin sadar untuk lapor karantina," katanya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
