
Ilustrasi Cukai
JawaPos.com - Meski mengalami penurunan penerimaan cukai di Pasuruan tetap menjadi yang tertinggi di tingkat nasional.
Alih-alih menyesuaikan dengan capaian sebelumnya target yang ditetapkan tahun ini, justru ditambah. Sepanjang tahun 2024 penerimaan cukai di Pasuruan diproyeksikan menyentuh angka Rp 67 triliun,
Dilansir dari Radar Bromo pada Senin (26/2), Kepala Kantor Pelayanan Pajak Bea dan Cukai Pasuruan, Hatta Wardhana mengaku optimis dengan target yang diterimanya.
Apalagi, Pasuruan selama ini masih menjadi penyumbang penerimaan cukai terbesar di tingkat nasional.
"Target memang besar. Tapi kami yakin bisa mencapainya dengan beberapa strategi," ujarnya
Optimismen ini bukan tanpa alasan, salah satu strategi utama yang dilakukan adalah meningkatkan produksi dari perusahaan-perusahaan rokok besar di wilayah Pasuruan.
Terdapat pabrik Gudang Garam dan Sampoerna. Kedua perusahaan ini berkontribusi sangat signifikan terhadap penerimaan besarnya cukai di Pasuruan.
Tahun lalu misalnya, PT Gudang Garam menyumbang Rp 30 triliun dan Sampoerna menyumbang Rp 22 Triliun.
"Kami akan terus melakukan pembinaan kepada perusahaan-perusahaan besar ini agar dapat meningkatkan daya produksinya," tambahnya.
Namun ia mengakui peningkatan produksi saja tidak cukup bila tidak tepat sasaran. Perlunya penindakan untuk memberantas rokok ilegal di tingkat nasional juga menjadi saingan tersendiri bagi beberapa pabrik rokok di Indonesia.
Apalagi sebagian besar produsen rokok ilegal ini memodifikasi rokok buatannya semirip mungkin dengan rokok-rokok yang sudah punya nama.
Namun karena tak memiliki pita cukai, mereka berani menjualnya dengan harga yang jauh lebih murah.
"Rokok resmi memiliki harga kisaran Rp 40 ribu per bungkusnya, sedangkan saingan kami adalah produsen ilegal yang berani menjual hanya dengan Rp 8 ribu per bungkus," jelas Hatta.
Sasarannya memang konsumen dengan finansial menengah ke bawah. Hatta juga mengimbau masyarakat untuk tak tergiur dengan rokok yang ilegal karena harganya yang lebih terjangkau.
"Selain menjadi saingan rokok ilegal ini juga merugikan negara karena tidak memberikan pemasukan pajak, tetapi juga memiliki kualitas yang rendah," pungkas hatta kepada Radar Bromo.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
