
Kolase Foto Prabowo muda dan Didit Prabowo Kecil.(TikTok/@peacefultwelve)
JawaPos.com – Prabowo Subianto adalah sosok Calon Presiden Indonesia yang memiliki rekam jejak yang terjal. Lahir dari keluarga intelek, Prabowo merupakan anak dari begawan Soemitro Djojohadikoesoemo.
Prabowo juga mantan menantu penguasa Orde Baru, Soeharto, dan mantan komandan Kopassus yang dituduh terlibat dalam berbagai kasus pelanggaran HAM.
Namun, di balik semua itu, ada sisi lain dari Prabowo yang jarang diketahui publik. Sisi yang menunjukkan loyalitas, kesetiaan, dan kecintaannya kepada keluarga dan negara.
Sisi yang membuatnya rela berkorban demi menjaga nama baik dan kehormatan ayah mertuanya, meskipun harus kehilangan segalanya.
Salah satu kisah pilu yang menggambarkan sisi tersebut adalah kisah yang ditulis oleh Ade Ma'ruf dalam buku biografi yang berjudul Prabowo Subianto: Jalan Terjal Seorang Jenderal.
Buku Biografi berjudul Prabowo Subianto: Jalan Terjal Seorang Jenderal adalah buku yang mengungkap loyalitas seorang Prabowo Subianto yang di dalamnya terdapat kisah pilu Didit Prabowo kecil yang ingin bertemu Ayahnya.
Buku ini merupakan hasil wawancara penulis dengan Prabowo sendiri dan beberapa saksi mata yang mengenalnya dekat.
Dalam buku ini, Ade Ma'ruf mengungkapkan bahwa Prabowo pernah mengalami masa-masa sulit ketika ia harus menjaga rumah Cendana, tempat tinggal Soeharto dan keluarganya, saat setelah reformasi 1998.
Saat itu, Prabowo sudah dicopot dari jabatannya sebagai Pangkostrad dan diusir dari keluarga Cendana, serta dipisahkan dari istri dan anaknya karena politik.
Salah satu yang paling menderita akibat situasi ini adalah cucu Soeharto yang bernama Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo atau Didit Hediprasetyo, ia lebih dikenal sebagai Didit Prabowo. Didit Prabowo adalah anak dari Titiek Soeharto dan Prabowo Subianto.
Dilansir dari buku karya Ade Ma'ruf, Jalan Terjal Seorang Jenderal, Kamis (22/2), Didit kecil sangat dekat dengan kakeknya dan sangat mengagumi ayahnya. Namun, setelah reformasi, Didit tidak bisa lagi melihat ayahnya.
Ia hanya bisa membaca buku-buku tentang kisah perjuangan ayahnya di medan perang. Ia juga tidak bisa lagi bermain dengan kakeknya yang sudah sakit-sakitan. Ia menjadi sosok yang pendiam dan tidak banyak bicara.
Suatu hari, Didit mengungkapkan perasaannya yang sedih kepada beberapa anggota Kopassus yang berjaga di rumah Cendana.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
