Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Februari 2024 | 20.37 WIB

Sambut Pencoblosan, Kemenkes Siap Layani KPPS dan Siagakan Puskesmas 24 Jam

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang didampingi anggotanya di wilayah Kecamatan Cempaka Putih melakukan setting packing logistik pemilihan umum (Pemilu) 2024 di GOR Cempaka Putih, Jakarta, Selasa (6/2/2024). - Image

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang didampingi anggotanya di wilayah Kecamatan Cempaka Putih melakukan setting packing logistik pemilihan umum (Pemilu) 2024 di GOR Cempaka Putih, Jakarta, Selasa (6/2/2024).

JawaPos.com - Pada Pemilu 2019, banyak anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang sakit dan meninggal karena kelelahan. Berkaca dari peristiwa tersebut, tahun ini petugas KPPS sudah menjalani skrining kesehatan. Kemenkes juga menyiapkan fasilitas kesehatan untuk langkah antisipasi.

Direktur Kesehatan Usia Produktif dan Lanjut Usia Kemenkes Nida Rohmawati kemarin (8/2) mengakui, tidak ada antisipasi yang baik pada pemilu sebelumnya. Padahal, pada 2019 ada perubahan tata cara pemilu. Yang biasanya hanya memilih calon presiden dan wakil presiden bertambah memilih calon anggota legislatif dari pusat hingga daerah.

"Dengan disatukannya pemilihan ini, beban kerja sangat berat. Sebab, KPPS harus menghitung suara segitu banyaknya. Kita tidak ingin terjadi lagi,” katanya.

Kemenkes juga telah membuat analisis penyebab banyaknya kematian dan kasus sakit. Faktor usia, kebiasaan merokok, minum alkohol, dan punya komorbid merupakan riwayat yang banyak ditemui. Jam kerja KPPS kala itu juga bisa lebih dari 20 jam. ’’Sekarang sudah kami skrining dan ada pengaturan saat pelaksanaan,” ungkap Nida.

Pada Pemilu 2019, terdapat 894 petugas KPPS yang meninggal. Masalah kesehatan yang sering dialami adalah kelelahan dan memiliki komorbid. Karena itu, syarat usia maksimal 55 tahun dan seleksi kesehatan akhirnya diterapkan. ’’Banyak yang meninggal dan setelah dianalisis, mereka mengalami dehidrasi,” ujar Nida.

Selain itu, sudah ada edukasi untuk petugas KPPS. Dia menyebutkan empat hal. Yakni, cukup tidur, cukup minum, cukup makan, dan cukup olahraga (4C). Nida menyarankan agar menjelang pemungutan suara, petugas tidur malam setidaknya 6 sampai 8 jam. ’’Kami harapkan jangan lupa minum air putih serta kurangi minum kopi dan minuman kemasan lain,” tuturnya. Nida juga tidak menganjurkan minum minuman berenergi.

Pemerintah cukup optimistis penyelenggaraan pemungutan suara nanti lancar. Direktur Pelayanan Kesehatan Primer Kemenkes Obrin Parulian menyatakan, pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk mengetahui kondisi petugas KPPS. Namun, kapasitas stres masing-masing individu tidak bisa diukur. Karena itu, Kemenkes menyiapkan fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan demikian, ketika ada masalah kesehatan pada petugas KPPS, Pusat Krisis Kemenkes dan jejaringnya sudah siap. ’’Puskesmas dan rumah sakit juga siap memberikan layanan,” bebernya. Khusus pada pemilu kali ini, puskesmas disiagakan 24 jam.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Sumarjaya menyebut telah memetakan sisi kegawatdaruratan pada saat pemilu. Selain fasilitas kesehatan, sumber daya manusia pun disiapkan. Jaya mengatakan, kini Kemenkes memiliki public safety center (PSC) yang akan memberikan respons cepat jika terjadi hal tidak diinginkan dalam sektor kesehatan.

’’Ini pertolongan pertama saat terjadi kegawatdaruratan dan nanti kan ke pelayanan kesehatan,” bebernya. Selain itu, ada emergency medical team (EMT). ’’Ada 468 tenaga kesehatan cadangan berbasis tim yang tersebar di seluruh Indonesia. Ini untuk merespons kegawatdaruratan,” ungkapnya. (lyn/c7/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore