Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Januari 2024 | 19.55 WIB

Hingga 1 Februari Mendatang, Waspada Gelombang Tinggi Capai 4 Meter di Perairan RI, Ini Penjelasan BMKG

Hingga 1 Februari Mendatang, Waspada Gelombang Tinggi Capai 4 Meter di Perairan RI, Ini Penjelasan BMKG./ANTARA (Muhamad Nurman) - Image

Hingga 1 Februari Mendatang, Waspada Gelombang Tinggi Capai 4 Meter di Perairan RI, Ini Penjelasan BMKG./ANTARA (Muhamad Nurman)

JawaPos.com – Gelombang tinggi yang diperkirakan mencapai ketinggian empat meter di perairan Indonesia menimbulkan keprihatinan bagi sektor pelayaran dan aktivitas laut lainnya.

Dilansir dari ANTARA, mulai tanggal 30 Januari hingga 1 Februari 2024, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan himbauan kepada masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir perairan untuk tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi hingga empat meter yang diperkirakan akan terjadi di sejumlah perairan Indonesia.

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," pungkas Eko Prasetyo, Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, di Jakarta pada Selasa (30/1).

Eko menjelaskan bahwa, dengan kecepatan yang sama berkisar antara 4 hingga 30 knot, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari utara-timur laut, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan, arah angin cenderung berasal dari barat-barat laut.

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Malaka bagian utara, Laut Natuna Utara, perairan Kepulauan Talaud, perairan Kepulauan Sermata-Kepulauan Tanimbar, dan Laut Arafuru," ujarnya lebih lanjut.

Eko juga menambahkan bahwa, menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan ketinggian gelombang meningkat dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter di beberapa wilayah.

Seperti wilayah Selat Malaka bagian utara, perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat Pulau Simeulue-Kepulauan Mentawai, perairan Bengkulu-barat Lampung, Samudra Hindia Barat Sumatra, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten-Jawa Timur, perairan selatan Bali - Pulau Sumba, Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, Laut Sawu, dan perairan Pulau Sawu-Kupang-Pulau Rotte.

Tak hanya itu saja, wilayah lainnya juga meliputi Kemudian Laut Natuna Utara, perairan Kepulauan Anambas-Kepulauan Natuna, Laut Natuna, Laut Sulawesi bagian timur, perairan Kepulauan Sitaro, perairan Bitung-Likupang, Laut Maluku, perairan utara Kepulauan Sula, Laut Banda.

Kemudian Laut Sumbawa, Laut Flores, perairan Kepulauan Sermata-Kepulauan Tanimbar, perairan selatan Kepulauan Kai-Kepulauan Aru, Laut Arafuru, perairan Halmahera, Laut Halmahera, perairan utara Papua Barat-Papua, Samudra Pasifik Utara Papua Barat-Papua.

Eko juga mengungkapkan bahwa terdapat gelombang yang lebih tinggi yang berpotensi terjadi di perairan Kepulauan Sangihe, perairan Kepulauan Talaud, dan Samudra Pasifik Utara Halmahera dengan ketinggian ombak berkisar antara 2,50 hingga 4 meter.

Dengan begitu, Eko memberikan himbauan kepada masyarakat yang berada di wilayah sekitar perairan laut, terutama para nelayan harus memperhatikan risiko keselamatan selama berlayar.

Dalam konteks keamanan maritim, Eko Prasetyo menekankan pentingnya perhatian khusus, terutama bagi para nelayan, terhadap bahaya yang mungkin timbul.

Ia mengingatkan bahwa risiko besar terkait dengan kondisi cuaca ekstrim seperti saat menggunakan perahu nelayan (saat kecepatan angin melebihi 15 knot dan ketinggian gelombang di atas 1,25 meter) atau kapal tongkang (ketika kecepatan angin melampaui 16 knot dan ketinggian gelombang di atas 1,5 meter).

Kemudian saat menggunakan kapal feri (saat kecepatan angin mencapai lebih dari 21 knot dan gelombang tinggi di atas 2,5 meter) serta kapal besar seperti kapal kargo atau kapal pesiar (saat kecepatan angin melebihi 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter).

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore