Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Januari 2024 | 14.59 WIB

Atasi Masalah Perbatasan, Menkumham Ajak Negara Sahabat Tingkatkan Kerja Sama

Menkumham Yasonna H. Laoly (tengah) di acara Diplomatic Reception di Jakarta.

 
JawaPos.com - Hingga saat ini, persoalan perbatasan masih kerap muncul di sejumlah titik. Mulai persoalan lalu lintas perdagangan manusia, penyelundupan ilegal, dan lainnya. Menkumham Yasonna H. Laoly mengajak negara-negara sahabat memperkuat kerjasama untuk mengatasi masalah perbatasan. 
 
Yasonna mengatakan, semua pihak perlu merekatkan kerja sama internasional. Tujuannya untuk pembangunan ekonomi dan pengamanan perbatasan. Dia menegaskan dua agenda itu menjadi prioritas keimigrasian yang dia pimpin. 
 
"Kita perlu mengembangkan kerja sama internasional yang lebih erat," kata Yasonna dalam keterangannya Kamis (25/1). Tujuannya untuk meningkatkan upaya bersama dalam mengatasi beragam permasalahan yang dihadapi di perbatasan. 
 
Dia mencontohkan beberapa masalah perbatasan. Seperti penyelundupan manusia, perdagangan manusia, perdagangan obat-obatan terlarang, terorisme dan kejahatan dunia maya. Menurut dia kerjasama internasional tentunya akan berkontribusi dalam menjaga perdamaian dan keamanan global dan regional. 
 
Senada dengan Menkumham, Direktur Jenderal Imigrasi Silmy Karim mengungkapkan, dalam konteks menjaga keseimbangan antara fasilitas dan keamanan, terdapat dua prioritas. Kedua prioritas itu telah ditetapkan di awal pemerintahan ini selama 74 tahun terakhir.
 
"Prioritas pertama kami adalah memfasilitasi pembangunan ekonomi," katanya. Salah satu pendekatan yang kuat untuk menarik investor asing berkualitas tinggi dan berkeuangan tinggi, Indonesia memperkenalkan program golden visa. Dalam skema visa baru ini, investor asing dapat memperoleh izin tinggal antara lima dan sepuluh tahun, tergantung pada nilai investasi mereka. 
 
Lalu prioritas kedua adalah mengamankan perbatasan Indonesia menggunakan perangkat teknologi tinggi. Tujuan dari prioritas ini adalah mengamankan Tanah Air serta memfasilitasi pergerakan pelintas dengan mulus. 
 
Saat ini Ditjen Imigrasi telah mengoperasikan autogate baru yang menggabungkan teknologi pengenalan wajah di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta, Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali, Bandara Internasional Yogyakarta dan Pelabuhan Batam.
 
Sistem Autogate menawarkan proses pemeriksaan keimigrasian tanpa kontak sehingga menyederhanakan prosedur masuk dan keluar bagi penumpang di Indonesia. Fasilitas tersebut dapat digunakan oleh warga negara Indonesia maupun warga negara asing yang memiliki paspor elektronik dan visa elektronik.
 
“Saya percaya bahwa usaha yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi dalam menghadapi tantangan global saat ini tidak akan sepenuhnya efektif tanpa upaya bersama internasional," jelasnya. Oleh karena itu, Silmy mengajak semua pihak untuk membangun jaringan internasional yang lebih kuat dan kokoh guna mencapai kerjasama yang berdampak positif. 
 
Untuk diketahui upaya memperekat hubungan internasional itu disampaikan dalam forum Diplomatic Reception pada Selasa (23/1). Acara yang merupakan salah satu rangkaian dari Hari Bhakti Imigrasi itu dihadiri oleh duta besar dan perwakilan negara-negara sahabat. Seperti United Kingdom, Amerika Serikat, Jepang, Belanda, Australia, Republik Rakyat Tiongkok dan negara-negara sahabat lainnya. Hilmi Setiawan (wan/JPK) 
Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore