Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 Juni 2022 | 18.34 WIB

Lanjutkan Misi di ISS, NASA Ogah Libatkan Astronot Rusia

Sejak berhenti mengirim astronotnya dengan pesawat ulang alik milik sendiri pada tahun 2011, NASA sukses meluncurkan Roket Falcon 9 yang membawa Kapsul Crew Dragon untuk memulai pengiriman antariksawan ke luar angkasa - Image

Sejak berhenti mengirim astronotnya dengan pesawat ulang alik milik sendiri pada tahun 2011, NASA sukses meluncurkan Roket Falcon 9 yang membawa Kapsul Crew Dragon untuk memulai pengiriman antariksawan ke luar angkasa

JawaPos.com - Perang antara Rusia-Ukraina sedikit banyak telah memengaruhi hubungan bilateral lain negeri Beruang Merah itu dengan Barat dan sekutunya. Salah satu yang dikhawatirkan bakal terpengaruh adalah hubungan keantariksaan antara Amerika Serikat (AS) dengan NASA-nya dan Rusia.

Kedua negara tersebut diketahui sudah cukup erat menjalin kemitraan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). ISS memang diawaki oleh sejumlah astronot dari berbagai negara termasuk kelompok dari AS, Rusia dan astronot Jepang.

Atas perang Rusia-Ukraina yang turut bikin Barat panas, sebelumnya pihak NASA menyebut bahwa ketegangan ini tak akan membuat hubungan keantariksaan Amerika-Rusia jadi renggang. Namun hal tersebut berpotensi berubah ke depannya.

Laporan terbaru menyebut, NASA mungkin tidak perlu bersandar pada Rusia lagi untuk mengangkut astronot ke Stasiun Luar Angkasa Internasional. Ars Technica mencatat bahwa agensi tersebut telah membeli lima penerbangan ISS berawak tambahan dari SpaceX, atau cukup untuk mempertahankan staf AS yang "tidak terganggu" di ISS hingga jadwal kepulangannya yang diperkirakan pada 2030 mendatang.

Sementara NASA masih berniat menggunakan Boeing Starliner , misi SpaceX baru akan diperlukan untuk memenuhi rencana pergantian antara kedua perusahaan setelah keduanya menjadi pilihan.

NASA menjelaskan, penerbangan tersebut dilaporkan bakal dilakukan setelah 2026. Para astronot baru akan membantu redundansi dan menjaga ISS beroperasi dengan aman jika ada masalah yang mencegah Boeing atau SpaceX diluncurkan tepat waktu.

Saat ini, SpaceX adalah satu-satunya perusahaan swasta yang disertifikasi untuk menerbangkan astronot. Boeing diperkirakan tidak akan menerbangkan misi operasional pertamanya hingga 2023 mendatang.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore