Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 April 2022 | 19.58 WIB

Polisi Sebut Anggota Teroris NII Tidak Mau Salat Berjamaah

Personel Densus 88 Anti Teror membawa terduga teroris menuju mobil tahanan setibanya di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (18/3/2021). Sebanyak 22 tahanan kasus terorisme jaringan Jamaah Islamiyah (JI) dari Jawa Timur tiba di - Image

Personel Densus 88 Anti Teror membawa terduga teroris menuju mobil tahanan setibanya di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (18/3/2021). Sebanyak 22 tahanan kasus terorisme jaringan Jamaah Islamiyah (JI) dari Jawa Timur tiba di

JawaPos.com - Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Aswin Siregar membeberkan, orang yang tergabung jaringan teroris Negara Islam Indonesia (NII), salah satunya adalah menolak untuk melakukan salat secara berjamaah dengan masyarakat biasa.

Hal ini dikatakan Aswin, setelah sebelumnya Densus 88 Antiteror Polri beberapa waktu lalu berhasil membekuk 16 orang tersangka teroris yang tergabung dalam kelompok radikal NII, di wilayah Sumatera Barat.

"Kalau dari ciri fisik mungkin tidak ya. Tapi kalau ciri seperti ekslusifitas kemudian tidak mau gabung beribadah berjamaah dengan kelompok masyarakat biasa itu ada. Tapi kalau fisik tidak ada," ujar Aswin kepada wartawan, Rabu (20/4).

Aswin juga mengapresiasi masyarakat di Sumatera Barat yang sudah menolak keberadaan jaringan teroris tersebut. Para tokoh di Sumatera Barat saat ini terus melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak bergabung ke jaringan teroris NII.

"Sekarang fenomena yang penting diangkat adalah bahwa berbondong-bondong masyarakat di sana baik dari kalangan tokoh pemuda, tokoh adat, melakukan kegiatan yang moderat lebih moderat bikin seminar untuk menolak," katanya.

Aswin berharap ditangkapnya 16 orang tersebut, orang-orang yang bergabung dengan NII untuk bisa meninggalkan kelompok teroris tersebut. Polisi pun akan terus mengawasi masyarakat yang bergabung ke kelompok tersebut.

"Kita tentu harapkan dengan adanya penangkapan ini dan penegakan hukum ini bisa segera menghentikan dan meninggalkan ajaran dari kelompok ini," ungkapnya.

Sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror Polri menciduk 16 tersangka kasus tindak pidana terorisme teroris di Sumatera Barat yang tergabung dalam jaringan NII.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, kelompok jaringan teroris NII telah berencana menggulingkan pemerintahan yang sah sebelum pelaksanaan Pemilu 2024.

Kelompok NII juga berencana mengubah ideologi Pancasila dengan syariat Islam secara kafah. Mereka juga rutin melakukan latihan ala militer dan dan aktif melakukan pengumpulan sejata.

Jaringan NII tersebut juga aktif melakukan perekrutan terhadap anak-anak yang masih di bawah umur. Setidaknya sebanyak 77 anak-anak di bawah umur telah dicuci otaknya untuk setia terhadap NII.

Kemudian jaringan NII ini diketahui mempunyai 1.125 anggota. Setidaknya dari 1.125 anggota teroris NII ini terbagi dalam lima ranting di Sumatera Barat. Masing-masing dalam setiap ranting ada 200 orang anggota.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore