Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 Maret 2022 | 18.10 WIB

Pascabencana 2018, Pembangunan Huntap di Sulawesi Sudah Di Atas 50%

Menko PMK Muhadjir Effendy. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com - Image

Menko PMK Muhadjir Effendy. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

JawaPos.com - Proses rehabilitasi dan rekontruksi pascabencana gempa bumi dan tsunami yang melanda pulau Sulawesi tahun 2018 lalu menunjukan progres yang baik. Berdasarkan data terkini, pembangunan hunian tetap (huntap) di masing-masing kabupaten/kota terdampak sudah di atas 50 persen, bahkan ada yang hampir tuntas.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, progres pelaksanaan rekonstruksi pasca bencana untuk Kota Palu sudah 57 persen, Kabupaten Donggala 52,22 persen, Kabupaten Parigi Moutong 80,82 persen, dan Kabupaten Sigi 90,27 persen.

“Perkembangannya cukup baik, kira-kira progresnya sudah di atas 50 persen. Memang masih ada tersisa beberapa, sekitar 1.600-an rumah sedang dan akan dibangun, sedangkan yang sudah jadi itu ada 2.005 unit huntap,” ujar kata Muhadjir, Rabu (23/3).

Muhadjir menyebut, dari sekitar 2 ribu huntap yang sudah terbangun di wilayah relokasi sebagian sudah dihuni oleh warga pengungsi. Padahal, huntap tersebut belum secara resmi diserahkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Palu.

Ia menjelaskan, serah terima kepada pemerintah daerah setempat sangat penting agar bangunan huntap tidak menjadi liar karena telah dihuni secara tidak resmi. Malah, dikhawatirkan tidak tertata dengan baik atau tidak sesuai dengan rencana pembangunan awal.

Sedangkan, apabila sudah diserahterimakan maka pemerintah daerah akan bertanggungjawab terhadap pengelolaan bangunan dan kawasan wilayah relokasi huntap. Sebab ditemukan beberapa huntap sudah diubah oleh warga pengungsi.

“Saya kira ini tidak betul. Untuk perubahan-perubahan harus diatur betul sehingga tidak menjadi wilayah kumuh. Desain PUPR sudah sangat bagus sekali, jalannya sudah sangat bagus, sanitasinya, sistem pengairannya sudah bagus. Nanti menjadi terganggu atau menjadi tidak baik kalau tidak segera dikelola oleh Pemkot,” pungkas Muhadjir.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore