
AKTIF: Gunung Marapi yang mengalami erupsi pada 3 Desember lalu merupakan salah satu spot pendakian populer di Sumatera Barat.
JawaPos.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ribuan peristiwa yang terjadi selama 2023. Secara keseluruhan, terjadi 4.940 bencana sepanjang tahun lalu. Dari angka tersebut, jumlah korban yang kehilangan nyawa mencapai 267 jiwa.
Hal itu disampaikan kepala BNPB dalam Kaleidoskop Bencana 2023 dan Outlook Bencana 2024 di Jakarta kemarin (12/1). Jenderal bintang tiga TNI-AD itu menyampaikan kembali, Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang memiliki potensi risiko bencana tinggi.
Selama 2023, dia menyatakan bahwa setiap hari terjadi belasan bencana. Baik yang berskala kecil, sedang, maupun skala besar. ”Di 2023, kami mencatat dalam sehari ada 15–17 kali bencana,” ungkapnya.
Berdasar data, salah satu bencana yang paling banyak terjadi adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Angkanya mencapai 1.802 kali dalam setahun. Menurut dia, salah satu penyebab tingginya angka karhutla di Indonesia tahun lalu adalah siklus El Nino. ”El Nino itu siklusnya empat tahun,” imbuhnya. Dia menyebut Indonesia pernah terdampak El Nino pada 2019 dan 2015.
Banjir yang merendam permukiman padat penduduk di kawasan Kebon Pala, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis, (30/11/2023).
Bencana lain yang juga menonjol adalah bencana hidrometeorologi basah. ”Seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem,” kata Suharyanto. Saat ini fenomena serupa mulai terjadi di awal 2024. Daerah seperti Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bangka Belitung, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat berisiko terdampak bencana hidrometeorologi basah.
Contohnya di Bandung, Jawa Barat. Banjir terjadi pada Kamis (11/1). Kepala Pusdatin BNPB Abdul Muhari menyatakan, banjir di Bandung dipicu oleh hujan intensitas tinggi yang mengakibatkan Sungai Cikapundung meluap hingga ke permukiman warga.
Berdasar informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), peringatan dini waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di Kota Bandung dan sebagian wilayah Jawa Barat sudah disampaikan. Sementara itu, laporan Radar Bandung, setidaknya 2.334 rumah warga di RW 5, 16, dan 17 Kampung Lamajang, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, masih terendam. Banjir terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Cikapundung usai diguyur hujan lebat pada Kamis.
Tinggi muka air (TMA) di lokasi kejadian dilaporkan ada di angka 120 cm. Sedangkan kondisi kemarin siang, TMA sudah berangsur surut hingga 40 cm.
DERAS: Penampakan longsor di M 59, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.
Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengatakan, guna mengatasi banjir kali ini, pihaknya mengirim bantuan sementara untuk menutup tanggul yang jebol. Tujuannya agar air sungai tidak kembali masuk ke permukiman warga. ”Langkah kami sementara dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Jawa Barat adalah menutup tanggul yang jebol menggunakan geobag,” kata Bey di lokasi kejadian kemarin.
Pihaknya pun sudah menyiapkan sejumlah mesin pompa untuk menyedot banjir yang masih menggenangi permukiman warga. Juga, menetapkan satu titik pengungsian yang dapat digunakan masyarakat.
”Sejauh ini masih 300 jiwa. Sisanya masih banyak yang bertahan di rumah masing-masing,” tandasnya. (syn/rup/c18/bay)
---
BENCANA PADA 2023

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
