Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 Januari 2024 | 03.01 WIB

Anies Dapat Ancaman Penembakan, Ganjar: Jangan Ngancem Biarkan Rakyat Memilih

Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo menghadiri kegiatan dialog bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta, Kamis (11/1/2024). - Image

Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo menghadiri kegiatan dialog bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta, Kamis (11/1/2024).

 
JawaPos.com - Calon presiden (capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo menanggapi ancaman penembakan terhadap capres nomor urut 1 Anies Baswedan di media sosial. Ganjar menegaskan, seharusnya pesta demokrasi 2024 disikapi dengan penuh kedamaian.
 
"Ya kalau kita sudah punya demokrasi, jangan ngancem gitu. Biarkan rakyat bisa memilih dengan baik," kata Ganjar di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Jumat (12/1).
 
Ganjar mengutarakan, demokrasi harus dijaga oleh semua pihak. Menurutnya, debat antar pasangan capres-cawapres digelar agar masyarakat memiliki referensi dalam menentukan pilihan.
 
 
"Maka orang diminta atau para kandidat diminta untuk menunjukan gagasannya, disanggah oleh yang lain, itu proses yang biasa saja sebenarnya," tegas Ganjar.
 
Karena itu, Ganjar pun mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga demokrasi. Ia pun mengimbau untuk menghindari black campaign.
 
"Jaga lah nilai-nilai demokrasi yang ada. Apa itu? Soal sara, debat, tapi tidak boleh setuju pada kebijakan, tidak boleh black campaign, tapi negatif campaign boleh.
Silakan dipositifkan. Itulah proses perdebatan," ucap Ganjar.
 
Sebagaimana diketahui, capres nomor urut 1 Anies Baswedan mendapatkan ancaman penembakan di media sosial. Hal itu ditangkap layar oleh netizen lain dan viral di media sosial X.

Ancaman penembakan itu dituliskan akun Instagram @rifanariansyah yang kini sudah tak terdeteksi di Instagram. Ancaman penembakan itu sendiri bertuliskan "Izin bapak, nembak kepala anis hukumannya berapa lama ya?".

Komentar itu lantas ditanggapi akun Instagram lainnya seperti @shxxbia yang seolah mengamini ancaman penembakan terhadap Anies tersebut. "Hallal" dengan emotikon menangis.

Menanggapi hal itu, Anies hanya berharap agar ancaman tersebut tak benar-benar terjadi. Kalaupun dianggap sebagai ancaman, ia meminta agar aparat yang berwenang dapat menindaklanjuti.

"Ya mudah-mudahan tidak kejadian, dan kalau itu dianggap ancaman ya pihak penegak hukum bisa menindaklanjuti," ujar Anies kepada wartawan, Jumat (12/1).

Anies sejauh ini mengaku belum ada upaya langkah hukum yang akan dilaksanakan terhadap ancaman penembakan tersebut. "Belum ada rencana itu," pungkas Anies.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore