
Ilustrasi laporan bencana gempa bumi./US Geological Survey
JawaPos - Pemkab Sumedang mengkonfirmasi ada tiga wilayah yang terdampak cukup parah akibat gempa bumi di wilayah Tegalsari, Cipamengpeuk, dan Babakan Bukit pada Minggu (31/12) kemarin.
Penjabat (Pj) Bupati Sumedang, Herman Suryatman mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan BPBD Jawa Barat, sebanyak 14 desa di wilayah Sumedang terdampak gempa bumi.
Ada 84 unit rumah rusak ringan hingga berat. Terdapat juga korban luka-luka akibat tertimpa bangunan, namun tidak ada korban jiwa.
"Tim sudah diturunkan ke lapangan dari BPBD, BMKG, dan pemda untuk asesmen, mendata kerusakan di lapangan. Sementara ini sudah terkendali, hanya beberapa warga terluka," kata Herman dalam keterangan di Bandung, Senin (1/1) seperti dikutip dari Antara.
Ia menambahkan, dua rumah sakit ikut terdampak gempa tersebut, yakni RSUD Sumedang dan RS Pakuwon. Sejumlah pasien sempat dievakuasi ke luar rumah sakit dan dirawat di tenda darurat.
"Saat kejadian di RSUD Sumedang terdapat 248 pasien rawat inap dan 83 pasien UGD. Bagian yang terdata rusak adalah paviliun dan ruangan VIP. Pasien saat ini aman dan disiapkan tenda darurat," imbuh Herman.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumedang, Atang Sutarno menegaskan bahwa adanya kabar gempa bumi susulan dengan kekuatan yang lebih besar adalah hoax.
Dia menegaskan bahwa kabar gempa susulan itu adalah kabar bohong karena hingga kini belum ada teknologi yang bisa memprediksi waktu terjadinya gempa.
Oleh sebab itu, Atang meminta kepada seluruh masyarakat Sumedang dan sekitarnya untuk hanya mempercayai informasi dari instansi pemerintah seperti BMKG, BNPB, BPBD dan Badan Geologi terkait perkembangan gempa tersebut.
Ia juga meminta masyarakat tetap waspada dan tidak panik agar situasi tetap terkendali.
"Tidak ada seorang ahli pun yang dapat memprediksi kapan terjadinya gempa bumi termasuk gempa susulan. Kalau ada yang mengatakan bahwa nanti akan terjadi gempa bumi susulan itu adalah hoaks," ucap Atang.
Diinformasikan sebelumnya, pada penghujung tahun 2023 terjadi tiga kali gempa bumi di Sumedang yakni berkekuatan magnitudo 4.1 pada pukul 14.35 WIB, magnitudo 3.4 pada pukul 15.38 WIB dan magnitudo 4.8 pada pukul 20.34 WIB.
Berdasarkan hasil analisa Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM), gempa bumi tersebut diperkirakan akibat aktivitas sesar aktif Cileunyi - Tanjungsari yang disimpulkan berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi dan kedalaman dari data BMKG.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
