Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Desember 2023 | 21.59 WIB

Cuaca Panas Kering, BRIN Sebut Fenomena El Nino Berlanjut hingga Maret 2024

Pengguna jalan melintasi pelican crossing di Jakarta, Senin (9/10/2023). BMKG mengatakan DKI Jakarta mengalami fenomena Kulminasi Utama atau Hari Tanpa Bayangan, fenomena ini adalah ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit. Akibatnya - Image

Pengguna jalan melintasi pelican crossing di Jakarta, Senin (9/10/2023). BMKG mengatakan DKI Jakarta mengalami fenomena Kulminasi Utama atau Hari Tanpa Bayangan, fenomena ini adalah ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit. Akibatnya

JawaPos.com – Fenomena El Nino diperkirakan berakhir Desember ini. Namun, menurut pakar meteorologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Edvin Aldrian, anomali cuaca akibat El Nino bakal dirasakan lebih lama. Bahkan bisa sampai Maret 2024.

Edvin mengatakan, sampai saat ini El Nino masih terjadi. Fenomena cuaca itu muncul karena peningkatan suhu permukaan air di Samudra Pasifik Tengah dan Timur yang menjadi lebih hangat dari biasanya. Dampaknya bagi Indonesia, muncul kemarau panjang yang sangat kering. ”El Nino dan La Nina puncaknya itu Desember akhir,” ujarnya kemarin (26/12).

Karena itu, lanjut dia, meski sejumlah daerah sempat diguyur hujan lebat, hari berikutnya cukup kering. Kemudian, terjadi mendung, tetapi cuaca cukup gerah. Di bagian Indonesia lainnya bahkan sudah ada yang terjadi kebanjiran.

Menurut Edvin, kondisi anomali cuaca saat ini merupakan imbas dari adanya fenomena El Nino. Lazimnya, Desember sudah masuk musim hujan. Apalagi, ketika masuk pergantian hujan, sebagian besar wilayah Indonesia masuk musim hujan. Kenyataannya, hujan masih rendah.

Dia menjelaskan, adanya fenomena cuaca El Nino membuat puncak musim hujan jadi lebih lambat atau bergeser mundur. Biasanya, Januari juga merupakan puncak musim hujan untuk sebagian wilayah Jawa. Namun, bisa jadi bulan depan intensitas hujan tidak seperti biasanya.

Edvin memperkirakan akhir Maret nanti efek dari fenomena El Nino diharapkan benar-benar berakhir. Dengan begitu, sudah tidak ada lagi anomali cuaca. ”Hawa panas masih sangat terasa. Saat ini belum musim hujan. Kita masih berada di tengah musim kemarau yang memanjang,” katanya. Mundurnya musim hujan, lanjut dia, membuat durasi musim hujan semakin pendek. (wan/c17/fal)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore