
Pengguna jalan melintasi pelican crossing di Jakarta, Senin (9/10/2023). BMKG mengatakan DKI Jakarta mengalami fenomena Kulminasi Utama atau Hari Tanpa Bayangan, fenomena ini adalah ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit. Akibatnya
JawaPos.com – Fenomena El Nino diperkirakan berakhir Desember ini. Namun, menurut pakar meteorologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Edvin Aldrian, anomali cuaca akibat El Nino bakal dirasakan lebih lama. Bahkan bisa sampai Maret 2024.
Edvin mengatakan, sampai saat ini El Nino masih terjadi. Fenomena cuaca itu muncul karena peningkatan suhu permukaan air di Samudra Pasifik Tengah dan Timur yang menjadi lebih hangat dari biasanya. Dampaknya bagi Indonesia, muncul kemarau panjang yang sangat kering. ”El Nino dan La Nina puncaknya itu Desember akhir,” ujarnya kemarin (26/12).
Karena itu, lanjut dia, meski sejumlah daerah sempat diguyur hujan lebat, hari berikutnya cukup kering. Kemudian, terjadi mendung, tetapi cuaca cukup gerah. Di bagian Indonesia lainnya bahkan sudah ada yang terjadi kebanjiran.
Menurut Edvin, kondisi anomali cuaca saat ini merupakan imbas dari adanya fenomena El Nino. Lazimnya, Desember sudah masuk musim hujan. Apalagi, ketika masuk pergantian hujan, sebagian besar wilayah Indonesia masuk musim hujan. Kenyataannya, hujan masih rendah.
Dia menjelaskan, adanya fenomena cuaca El Nino membuat puncak musim hujan jadi lebih lambat atau bergeser mundur. Biasanya, Januari juga merupakan puncak musim hujan untuk sebagian wilayah Jawa. Namun, bisa jadi bulan depan intensitas hujan tidak seperti biasanya.
Edvin memperkirakan akhir Maret nanti efek dari fenomena El Nino diharapkan benar-benar berakhir. Dengan begitu, sudah tidak ada lagi anomali cuaca. ”Hawa panas masih sangat terasa. Saat ini belum musim hujan. Kita masih berada di tengah musim kemarau yang memanjang,” katanya. Mundurnya musim hujan, lanjut dia, membuat durasi musim hujan semakin pendek. (wan/c17/fal)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
