Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Desember 2023 | 20.47 WIB

Warga Batam Berbondong-bondong ke Singapura Demi Daftarkan IMEI iPhone, Antrean Sampai Membludak

Petuga Bea Cukai melakukan pemeriksaan IMEI ponsel penumpang yang baru tiba di Pelabuhan Internasional Batamcenter, Selasa (26/12). (Cecep Mulyana/Batam Pos)

JawaPos.com – Masyarakat Kota Batam, Kepulauan Riau, berbondong-bondong ke Singapura untuk mendaftarkan International Mobile Equipment Identity (IMEI) iPhone yang dimilikinya.

Berdasarkan laporan Batam Pos (Jawa Pos Group), Rabu (27/12), antrean pendaftaran IMEI di konter Bea Cukai terjadi pada Selasa (26/12) sore saat kapal terakhir tiba di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center. Pendaftar didominasi oleh warga negara Indonesia.

Salah satu, pengantre, Ade, mengatakan sengaja berlibur ke Singapura agar dapat mendaftarkan IMEI ponselnya yang sempat terblokir.

“Pergi bareng teman, sengaja ke Singapura biar pulang bisa daftar IMEI iPhone yang terblokir,” ucapnya.

Ia mengakui iPhone miliknya seharga Rp 6,5 juta akantetapi tidak terdaftar resmi.

“Saya beli murah. Karena memang IMEI-nya tak permanen jadi saya sengaja ke Singapura dulu untuk bisa daftar IMEI,” katanya.

Sementara itu, pengantre lainnya, Satria, mengeluhkan antrean pendaftaran IMEI yang sangat panjang.

“Dua jam antre baru dapat giliran,” ucapnya Minggu (24/12).

Ia menuturkan seharusnya Bea Cukai Batam menambah petugas yang melayani pendaftaran IMEI sehingga tidak terjadi antrean yang panjang dan memakan waktu bagi para pendaftar.

General Manager Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Nika Astaga, membenarkan adanya layanan pendaftaran IMEI di pelabuhan yang terletak di Kecamatan Batam Kota ini.

“Memang sempat ada antrean, biasanya malam pas last Ferry. Tak mengganggu penumpang, karena dijaga oleh petugas keamanan dan tim gabungan. Jadi antrean diminta tertib,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Rizki Baidillah, mengatakan, dalam sehari dapat melayani ratusan ponsel untuk didaftarkan IMEI-nya.

“Iya, memang (membludak) karena memang mereka memanfaatkan aturan yang ada,” ucapnya.

Menurutnya panjangnya antrean tersebut disebabkan banyaknya pengantre yang melengkapi syarat pendaftaran IMEI saat tiba di pelabuhan padahal hal tersebut dapat dilakukan sebelum keberangkatan maupun kedatangan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore