Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Desember 2023 | 23.09 WIB

500 Calon Biksu Jalani Proses Cukur Rambut Awali Pabbajja Samanera Sementara di Kawasan Candi Borobudur

Bikkhu mencukur calon bhikkhu atau samanera saat ritual potong rambut dalam rangkaian Pabbajja Samanera Sementara 2023 di Kompleks Candi Borobudur, Minggu (17/12). (Antara) - Image

Bikkhu mencukur calon bhikkhu atau samanera saat ritual potong rambut dalam rangkaian Pabbajja Samanera Sementara 2023 di Kompleks Candi Borobudur, Minggu (17/12). (Antara)

JawaPos.com – Sebanyak 500 calon biksu dari berbagai wilayah di Indonesia menjalani Pabbajja Samanera Sementara yang diadakan Majelis Agama Buddha Mahanikaya Indonesia (MBKI) di Kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (18/12).

Kegiatan ini diawali dengan mencukur rambut, alis, dan Kumis para peserta di Taman Aksobya, Kompleks Candi Borobudur.

Rambut-rambut yang telah dicukur diletakkan di atas daun teratai dan dibawa pulang oleh keluarga peserta Pabbajja Samanera Sementara 2023.

Ketua Pabbajja Samanera Sementara 2023, Fatmawati, mengatakan pada kegiatan ini diikuti peserta termuda berusia delapan tahun walaupun usia pendaftaran usia minimal 12 tahun.

Menurutnya itu terjadi jika dianggap layak mengikuti Pabbajja Samanera Sementara. 

“Sementara, usia tertua adalah 101 tahun dari Lampung," ucapnya dikutip dari Antara, Senin (18/12)

 Ia mengatakan pelatihan sementara bagi calon biksu ini dilakukan untuk menjalankan 75 sila atau vinaya dalam ajaran Buddha.

Para peserta dalam prosesi ini melakukan beberapa kegiatan, yaitu menanam pohon, mencukur rambut, dan prosesi thudong.

Fatmawati menjelaskan penanaman pohon merupakan sebagai bentuk upaya melestarikan alam di Kompleks Candi Borobudur.

Sementara, proses pencukuran rambut dimaknai bahwa setiap calon samanera harus melepaskan keduniawian dengan melepaskan mahkota yang paling berharga di kepalanya.

Mencukur rambut ini dilakukan sebagai bentuk tekad bulat mengucapkan Adithana.

Saat menjalani pelatihan, para calon samanera hanya mempunyai dua jubah atau dua lembar kain yang digunakan sebagai pengganti baju dengan cara dililitkan.

Saat kain tersebut kotor, mereka bisa mencucinya dan memakai kain lainnya.

Pelatihan bagi calon biksu ini merupakan upaya pembentukan karakter internal umat Buddha untuk memajukan moral dan spiritual yang diharapkan mampu memberikan inspirasi, teladan, dan kontribusi positif lainnya.

 ***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore