Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Desember 2023 | 15.05 WIB

Terapkan Huluisasi, Menko PMK Tekankan Penanganan Stunting Sejak Dini

Menko PMK Prof. Muhadjir Effendi, hadir dan membuka Gebyar Bina Keluarga Balita (GBKB) untuk 1.000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) - Image

Menko PMK Prof. Muhadjir Effendi, hadir dan membuka Gebyar Bina Keluarga Balita (GBKB) untuk 1.000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)

JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta seluruh pemangku kepentingan saling bahu membahu dalam mengentaskan stunting di Indonesia. Sebab, upaya menekan stunting ini harus dilakukan bersama.
 
"Semuanya harus guyub, rukun, gotong-royong untuk memastikan bahwa stunting tahun 2024 Indonesia sudah di bawah 14 persen," kata Muhadjir, Senin (18/12).
 
Muhadjir mengatakan, hakikat pembangunan nasional yakni pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan menyeluruh. Konsep pembangunan manusia dilaksanakan mengikuti siklus hidup manusia, dari masa anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia.
 
 
Untuk mewujudkan sumber daya manusia yang kuat, sehat, produktif, dan berkarakter, maka upaya pembangunan manusia harus diawali dari pengasuhan keluarga yang benar dan optimal, yang dimulai sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan. 
 
Permasalahan yang dihadapi dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan salah satunya stunting. Stunting tidak hanya soal kekurangan gizi saja, namun masalah kebersihan dan sanitasi juga penting untuk mengentaskan stunting.
 
"Tugas dari ibu dan bapak sekalian harus betul-betul bisa menjadi kader keluarga berencana yang memahami secara detail ketika dia harus melayani masyarakat, menjadi Ibu dan bapak pembelajar," ucap Muhadjir. 
 
 
Menko Muhadjir menyebut pemerintah telah mempersiapkan calon ibu sejak dini melalui pemberian tablet tambah darah, mengukur lingkar lengan serta memperhatikan kecukupan gizi remaja putri. Hal tersebut untuk mencegah para remaja putri dari anemia kronis.
 
"Justru untuk pembangunan sumber daya manusia ini sekarang kita fokus huluisasi jadi kita sisir mulai dari remaja putri kita pastikan sehat, kemudian sudah menikah dan hamil dipastikan janinnya sehat, dan nanti kalo sudah lahir, dua tahun diberikan ASI dan dipastikan kondisinya sehat," jelasnya. 
 
Muhadjir menjelaskan, kalau di pertambangan ada hilirisasi, tapi dalam pembangunan manusia itu malah huluisasi. Yakni, penanganan masalah sejak dini dari bagian yang paling hulu.
 
"Seribu hari awal kehidupan itu disebut dengan Golden Age, jika tidak ditangani dengan baik maka akan lewat begitu saja. Maka dari itu, hal tersebut menjadi perhatian utama pemerintah," pungkasnya.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore